Wabah Virus Corona, Jimi Irawan Minta Pemkab Lampura Perhatian Dengan Wartawan

User 7 | Sabtu, 04 April 2020 | Dibaca: 206 | Lampung Utara

Nyokabar Lampung Utara – Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Lampung Utara (Lampura) Jimi Irawan mengingatkan kepada seluruh pengurus dan anggota PWI Kabupaten setempat agar tetap waspada saat menjalankan tugas jurnalistiknya selama meliput soal wabah Virus Corona (Covid-19).

Jimi, menilai, Sejak satu bulan belakangan ini para wartawan khusunya anggota PWI Lampura selalu rutin memuat pemberitaan terkait perkembangan virus korona di Kabupaten Lampura.

“ Dalam menjalankan tugas liputan agar selalu waspada. Gunakan alat pelindung diri seperti masker dan rajin mencuci tangan serta berprilaku hidup sehat. Sehingga kita semua terbebas dari covid-19," kata Jimi, Sabtu (4/4/2020)

Disamping itu juga, Jimi menyarakan dalam melakukan kegiatan jurnalistik dilapangan selain menggunkan masker, agar melakukan jaga jarak kepada nara sumber dan  menghindari kerumuman masa demi keselamatan dilapangan,

Terkait dengan wabah berbahaya ini, Kepada pemerintah daerah kabupaten Lampung Utaram, Jimi meminta agar dapat berkontribusi memberikan Alat Pelindung Diri (APD) kepada wartawan yang bertugas di kabupaten Lampung Utara khususnya yang melakukan meliput Covid-19 dan kegiatan lainnya.

“Perang terhadap Covid-19 membutuhkan peran serta media dalam menyajikan informasi yang layak dipercaya. Media selayaknya menjadi rumah penjernih informasi bagi publik. Informasi media tidak selalu selaras dengan informasi resmi pemerintah. Karenanya, diperlukan proses saling mengecek dan menguatkan,”  tegas Jimi.

Menurut Jimi, Para awak media di Kabupaten Lampura sangat rentan terinveksi virus carona. Lantaran pemerintah setempat sama sekali tidak ada perhatian untuk memberikan APD.

“ Pemkab Lampura ini terkesan membiarkan jika para wartawan terinveksi virus yang mematikan ini.” Ujar Jimi.

Disisi lain, Jimi menyebut, Covid-19 juga berdampak besar bagi profesi jurnalis atau Wartawan. Khususnya di Lampung Utara. Dimana, melemahnya perputaran ekonomi sehingga para insan pers kesulitan dalam mencari kerjasama dalam publikasi pemberitaan.

“Ini tentu menjadi dilema. Sementara sektor ekonomi semakin melemah di tengah  kondisi saat ini. Biro perusahaan media didaerah menargetkan pemasukan ke perusahaan melalui kerjasama kepada pemerintah. Belum lagi soal kewajiban dan tanggung jawab mereka (wartawan.red) dalam mencari berita.” Imbuhnya.

Dengan kondisi seperti saat ini, Ketua PWI Lampung Utara ini berharap, pemerintah setempat memperhatikan para insan pers yang telah membantu pemerintah daerah dalam menyajikan imformasi kepada publik.

“Pemerintah daerah diharapkan memberikan ruang kepada para insan pers yang telah  membantu menyiarkan progres serta update perkembangan penangananan pencegahan penyebaran Covid-19 di Lampung Utara.” tukasnya.

Selain itu, pemerintah setempat juga diharapkan dapat mengurangi beban masyarakat dengan mengucurkan program-program sosial selama pandemi virus corona yang belum menentu kapan berakhirnya.

“ Seperti bantuan sembako kepada warga yang layak membutuhkan akibat efek dari pandemi virus korona,” jelasnya.

Inilah saatnya pemerintah setempat juga dapat melaksanakan kewajibannya kepada masyarakat untuk memenuhi kebutuhan dasar mereka dengan mengerahkan kekuasaannya untuk menggerakan para pengusaha baik  swasta, BUMN dan lainnya yang ada di Lampung Utara.

Ditegaskan Jimi, Mengutip dari hasil percapakan melalui video conference anatara Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) RI kepada Dewan Pers, Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) dan Pimpinan Redaksi Media Jumat kemarin. Disebutkan, bahwa pers mendapatkan perhatian pemerintah di tengah pandemi Covid-19.

Menkominfo RI Jhonny G. Plate berjanji mneymapaikan usulan memberikan stimulus pada perusahaan pers. Menkominfo menjelaskan, stimulus pada perusahaan pers berupa subsidi pembelian bahan baku (kertas) dan atau langkah pemberian keringanan pajak kepada pemerintah (c/q Menteri Keuangan RI).

Khususnya kepada media cetak di daerah yang kian terpuruk akibat naiknya dolar AS. Kondisi ini memicu kenaikan harga kertas, di lain pihak perusahaan pers juga mengadapi menurunnya pendapatan dari iklan dan berkurangnya pembeli/pembaca serta naiknya biaya operasional.

Sebelumnya diketahui di sejumlah daerah organisasi profesi dan para pimpinan media provinsi lain, mengharapkan pemerintah pusat menaruh perhatian terhadap keberlangsungan media cetak, online dan televisi karena akibat berkurangnya pendapatan iklan dan tergerusnya oplah media cetak.

Kucuran dana digelontorkan pemerintah senilai Rp. 405,1 trilyun untuk menanggulangi pandemi korona di Indonesia. Namun, tidak ada termasuk pekerja dan media yang juga ikut merasakan pahitnya beroperasi di tengah mewabahnya virus korona di tanah air.

Laporan Wartawan Nyokabar.com : Diqin

Komentar via Facebook