Akhirnya Pemkab Lampura Meliburkan Kegiatan Belajar Mengajar

User 7 | Senin, 16 Maret 2020 | Dibaca: 306 | Lampung Utara

Nyokabar Lampung Utara - Dalam rangka mencegah penyebaran Virus Corona, Pemerintah Kabupaten Lampung Utara (Lampura) akhirnya meliburkan kegiatan belajar mengajar disekolah.

Hal itu dipastikan setelah Pemkab Lampura menerima surat arahan Presiden RI, Jokowi dan Surat edaran Gubernur Lampung yang ditujukan kepada Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lampung Utara untuk melaksanakan kegiatan belajar mengajar di rumah.

Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lampung Utara, Toto Sumedi mengatakan, perintah itu setelah Plt Bupati Lampung Utara, Budi Utomo menerima surat dari Gubernur Lampung, Arinal Djunaidi, Senin (16/3/2020).

“ Ya perintah itu baru kami terima, setelah Pak Budi menerima surat edaran dari gubernur, berdasarkan surat edaran gubernur kita akan liburkan sekolah mulai tanggal 17 sampai dengan 28 Maret 2020. Ini berlangsung selama 14 hari kedepan," kata Toto Sumedi.

Dia juga meluruskan, bahwa sebelumnya Plt Bupati Lampung Utara menyatakan bahwa kegiatan di seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) termasuk Dinas Pendidikan akan tetap menjalankan aktifitasnya seperti biasa. 

Pernyataan itu, kata Toto Sumedi disampaikan Plt Bupati Budi Utomo sebelum mendapatkan tembusan surat gubernur. Tapi setelah mendapatkan tembusan surat gubernur yang baru kami terima itu Plt Bupati langsung perintahkan kami untuk segera buat surat edaran dalam menindak lanjuti surat edaran gubernur lampung tersebut.

Dijelaskannya proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) pada satuan pendidikan dan Pengelola Kegiatan Belajar Mengajar (PKBM) agar dilaksanakan di rumah itu akan berlangsung sejak tanggal 17 - 30 Maret 2020 mendatang.

Diberitakan sebelumnya, Meski pemerintah pusat telah menginstruksikan agar setiap sekolah dan para pegawai diliburkan, Namun di kabupaten Lampung Utara (Lampura) kegiatan belajar mengajar dan aktifitas para pegawai tetap berjalan seperti biasa.

“ Sudah kami simpulkan bahwa, Kami belum meliburkan anak-anak sekolah,” kata Plt. Bupati Lampura, Budi Utomo usai menggelar rapat bersama Forkopimda di Rumah Dinas. Senin (16/3/2020).

Dijelaskan Budi, Alasan pemkab Lampura tidak meliburkan sekolah adalah Kabupaten Lampung Utara belum ada pasien yang positif terjangkit virus corona. Berbeda dengan kabupaten lain, dimana banyak sekolah yang diliburkan dikarenakan sudah terdampak virus corona.

“ Insa allah Lampung Utara akan terbebas dari virus corona,” ucap Budi.

Oleh sebab itu, Budi berharap kepada seluruh masyarakat kabupaten Lampung Utara setiap ingin ataupun sesudah melakukan aktifitas agar membiasakan mencuci tangan dengan air yang mengalir.

Disamping itu, dirinya juga menghimbau kepada masyarakat Lampung Utara agar tidak melakukan kegiatan-kegiatan yang melibatkan massa yang banyak. Yang dikhawatirkan sebagaimana yang telah disampikan oleh Menteri Kesehatan RI bahwa penyebarannya penyebaran virus corona ini memiliki usia yang relative panjang yakni 9 hari.

“ Penyebaran virus corona ini disebabkan oleh sentuhan, baik sentuhan saat berjabat tangan maupun pada benda lainnya,” jelasnya.

Dari hasil rapat bersama forkopimda, pihaknya mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk melakukan kegiatan bersih-bersih baik dilingkungan keluarga dan di lingkungan masyarakat.

“ Dan mulai besok seluruh jajaran pemerintah daerah plus instansi vertical akan melakukan bersih-bersih dilingkungan kantornya masing-masing dan akan diteruskan melakukan pembersihan terhadap fasilitas umum,” terangnya.

Kemudian terkait adanya 34 orang warga Kabupaten Lampung Utara yang dinyatakan dalam pengawasan pihak Dinas Kesehatan terkait virus Corona, Budi mengatakan bahwa itu hanya data warga yang pulang dari luar negeri.

“ Itu hanya data warga yang pulang dari luar negeri setelah menjalankan ibadah umroh dan Tenaga Kerja Indonesia (TKI), Dan itu bukan warga yang terpapar virus corona,” tegasnya.

Lebih lanjut, Budi mengatakan, bahwa belum diketahui pasti keberadaan ke 34 warga Lampung Utara. Hingga saat ini. Tegasnya, Dinas Kesehatan Lampura terus melakukan koordinasi dengan pemerintah Provinsi Lampung, pihak penyeberangan Bakauheni dan bandara Radin Intam.

“ Hal itu dilakukan untuk meberikan pengawasan terhadap 34 warga yang dinyatakan berasal dari Lampura, “ pungkasnya.

Laporan Wartawan Nyokabar.com : Diqin

Komentar via Facebook