Kejari Lampura Berhasil Tangkap DPO Terpidana Asusila

User 7 | Senin, 09 Maret 2020 | Dibaca: 673 | Lampung Utara

Nyokabar Lampung Utara - Kejaksaan Negeri (Kejari) Lampung Utara (Lampura) didampingi Reskrim Polres Lampung Utara berhasil menangkap Daftar Pencarian Orang (DPO) Kejari Lampura kasus tindak pidana Asusila tahun 2017. Senin (9/3/2020).

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Lampung Utara, Atik Rusmiaty Ambarsari melalui Kasi Intelijen, Hafis didapimpingi Kepala Seksi Pidana Umum (Kasi Pidum), Sukma Frando menuturkan, Bahwa Dewansyah (44) warga Desa Pakuon Agung Kecamatan Muara Sungkai Kabupaten Lampung Utara merupakan DPO Kejari Kotabumi kasus pencabulan terhadap orang dewasa.

“ Pada saat hendak dilakukan penangkapan, Tersangka sempat melarikan diri ke arah perkebunan. Alhamdulillah akhirnya tersangka berhasil kita tangkap,” kata Kasi Intelijen Kejari Lampura, Hafis saat dikonfirmasi di Kantor Kejari. Senin (9/3/2020).

Dijelaskan Hafis, Kronologis perkara ini terjadi, dimana pada hari Senin (27/2/2017) yang silam sekitar pukul 16.30 Wib, tepatnya di dalam Gudang Pabrik BW Desa Pakuon Agung Kecamatan Muara Sungkai tersangka melakukan tindak pidana pencabulan terhadap orang dewasa yakni RD yang merupakan teman kerja tersangaka di pabrik.

Adapun cara tersangka melakukan perbuatannya tersebut, terang Hafis, pada saat korban (RD.red) sedang bekerja digudang pabrik BW didekati oleh tersangka dengan tujuan tersangka meminta nomor hanphone korban, Namun korban tidak bersedia memberikan nomor Handphonnya kepada korban.

Yang kedua kalinya, Lanjut Hafis, tersangka kembali menghampiri korban dengan maksud meminta nomor Hp korban. Dan korban tidak bersedia memberikannya. Pada saat korban sedang bekerja, tiba-tiba tersangka kembali menghampiri korban dan tangannya langsung meremas payudara korban.

“ Mendapat perlakuan tidak senonoh korban berteriak meminta tolong dan memarahi tersangka,” jelasnya.

Lebih lanjut Hafis menjelaskan, dari hasil perbuatannya pada tahun 2017 yang silam tersangka divonis oleh hakim di Pengadilan Negeri (PN) Kotabumi satu bulan penjara. Kemudian tersangak mengajukan banding. Sementara itu hasil dari keputusan banding tersangka divonis 4 bulan penjara.

“ Kemudian terdakwa mengajukan kasasi, dan hasilnya keptusan kasasi itu sendiri menolak permohonan terdakwa sehingga terdakwa harus menjalani hukuman selama empat bulan penjara,” ujarnya.

Pada saat eksekusi tahun 2017 pihaknya melayangkan surat pemanggilan kepada terdakwa sebanyak tiga kali. Namun terdakwa pada saat itu tidak mengahadiri surat panggilan dari Kejaksaan.

“ Karena tidak kooperatif kami melakukan pengecekan, berdasarkan keterangan dari masyarakat setempat terdakwa pada saat itu tidak berada di kediamannya,” tukasnya.

Saat ditanya apakah ada penambahan hukuman terhadap terdakwa, Hafis mengatakan bahwa pihaknya tetap menjalankan putusan Pengadilan Negeri Kotabumi yakni empat bulan penjara.

“ Setelah kita eksekusi, terdakwa langsung kami bawa ke Rutan,” pungkasnya.

Laporan Wartawan Nyokabar.com : Diqin        

Komentar via Facebook