Meninggal Dunia Terserang DBD, Ini Tanggapan Kadiskes dan Anggota DPRD Lampura

User 7 | Senin, 03 Februari 2020 | Dibaca: 285 | Lampung Utara

Nyokabar Lampung Utara - Aulia Rahma (11) bocah kelas V Madrasah Ibtidaiyah (MI) Ai Islmiyah meninggal dunia disebabkan terserang penyakit Demam Berdaear Dengue (DBD).  

Sebelum meninggal dunia, Warga kelurahan Kotabumi Udik kecamatan Kotabumi Kota kabupaten Lamung Utara sempat mejalani perawatan di Puskesmas Kotabumi Udik pada Kamis (30/1/2020).

Idhamsyah (35), salah satu kerabat korban saat dikonfirmasi menuturkan, awalnya sakit yang diderita keponakannya itu hanyalah demam biasa. Namun merasa tidak puas putri dari pasangan Koharipandi dan Sari membawa korban kerumah sakit Maria Regina. Tidak lama berselang Aulia dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ryacudu Kotabumi.

“ Pada awal mula keponakan kami ini hanya demam biasa, Namun setelah dilakukan pemeriksaan secara intensif ternyata terserang penyakit DBD dan pada akhirnya meninggal dunia,” kata paman korban saat dimintai keterangan dirumah duka. Senin (3/2/2020).

Dijelaskan dia, pada saat keluarga yang lainnya sudah memberitahukan bahwa keponakannya terkena DBD, Namun sayangnya kedua orang tuan Aulia tidak terlalu menggubris apa yang dialami oleh Aulia.

" Pada saat di ruang UGD RSUD Ryacudu kotabumi, setelah dilakukan cek darah, trombosit keponakan saya ini memang sudah menurun, hanya mencapai 37," ujarnya.

Tidak hanya disitu, terang Idhamsyah, bersama keluarga dan kedua orang tuanya, Aulia pada hari Minggu (Kemarin.red) langsung dirujuk ke RSUD Abdoel Moeloek Bandar Lampung untuk dilakukan observasi lebih dalam.

“ Melihat kondisinya memang sudah lemah dan pagi tadi sekitar jam 07.10 Wib akhirnya meninggal dunia,” terang dia.

Tidak sampai disitu, lanjut dia, sebelum menghembuskan nafas terakhirnya, koponakannya itu subuh sekitar pukul 04.30 Wib sempat membaik karena terdengar dari dalam ruang perawatan aulia menjerit kesakitan.

" Ketika mendengar suara jerita dari dalam, keluarga merasa aman kalau keponakan saya itu bisa sembuh," urainya.

Akan tetapi setelah terdengan suara jeritan tersebut, Aulia diam dalam keadaan posisi tenang. Kemudian setelah sekitar 3 jam lamanya tepatnya jam 07.10 WIB sudah meninggal dunia dengan fase kritis pada saat sebelum meninggal dunia suhu badan terasa dingin seperti es. Selain itu terlihat mengeluarkan darah dari hidung dan anus korban.

" Tiga jam sebelumnya memang terasa dingin badan keponakan saya," urainya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Kabupaten Lampung Utara (Lampura), Maya Metissa saat dikonfirmasi, mengaku bahwa sebelumnya pihaknya telah melakukan sosialisasi kesehatan kepada 27 puskesmasdi Kabupaten Lamung Utara.

Dalam sosialisasi tersebut, pihaknya melakukan kegiatan pemberantasan sarang nyamuk (PSN). Dan menurutnya penyakit DBD ini adalah penyakit menular.

“ Demam dengue ini dimulai sejak 7 hari, Sasarannya nyamuk itu adalah kulit dan penyakit ini harus segera diperiksa, Jika memang demam dihari ketiga masih berlangsung diharuskan periksa ke dokter," jelasnya.

Untuk menyikapi kasus kejadian luar biasa (KLB) ini pihaknya akan dilakukan pemfogingan untuk wilayah Kotabumi Udik dan sekitarnya dan termasuk tempat dimana Aulia bersekolah.

Maya menjelaskan, berdasarkan data dari tahun lalu setiap tahunnya pada Januari banyak pasien DBD dan tahun lalu terdata ada 129 yang terjangkit DBD.

Sementara itu, sejak Januari tahun 2020 terdapat sekitar 54 orang yang terjangkit DBD.

“ Untuk mencegah terjadinya hal serupa, Dinkes telah mempersiapkan 8 unit alat foging. Kepada masyarakat kami menghimbau agar membudidayakan pola hidup sehat.” Imbuhnya.

Terpisah, Anggota DPRD Kabupaten Lamung Utara, Wansori Alam, saat dikonfirmasi, dirinya menyesalkan atas lambannya tindakan dari Dinkes Kabupaten Lampung Utara.

Wansori menegaskan, semestinya. Dinas Kesehatan setiap bulan Januari dimana bulan ini adalah bulan musim pancaroba.

“ Seharusnya Dinas Kesehatan siap siaga setiap tahunannya, Jadi jangan seperti anak kecil yang selalu dititah apalagi memang sistemnya sudah tahu.

” tegas politisi partai Demokrat ini.

Wansori menilai, dalam musim penghujan seperti penyakit DBD sangat rentan. Dengan musibah ini, baik pemerintah daerah maupun masyarakat harus tanggap cepat.

“ Jangan ada korban baru bergerak, maka harus ada terobosan gagasan dan inovasinya, terutama alat foging harus stanby,” pungkasnya.

Laporan Wartawan Nyokabar.com : Diqin

Komentar via Facebook