Karzuli Ali Meminta Polisi Dalami Tragedi Tenggelamnya Bocah SD Di LBK

User 7 | Jumat, 24 Januari 2020 | Dibaca: 111 | Lampung Utara

Nyokabar Lampung Utara – Tragedi meninggalnya bocah kelas IV SD saat berenang di kolam renang Lembah Bambu Kuning (LBK) Desa Abung Jayo Kecamatan Abung Selatan Kabupaten Lampung Utara terus menuai persoalan.

Meski kasus tenggelamnya M. Afda Unur siswa SDN 1 Abung Jayo Kecamatan Abung Selatan ini masi ditangani oleh pihak kepolisian setempat. Namun hal ini tidak membuat seorang praktisi hukum kondang di kabupaten Lampung Utara, Karzuli Ali merasa puas.

Bahkan, Karzuli mengkritik pernyataan pihak kepolisian yang masih menangani kasus ini, yang menyatakan bahwa kepolisian masih menunggu adanya laporan resmi dari pihak keluarga korban.

“ Masalah ini keluarga korban tidak perlu laporan, Jika itu memang ada peristiwa pidana polisi sudah bisa melakukan penyidikan. Karena ini bukan seperti pemerkosaan, itu pidana biasa.  Jadi ini tidak masuk dalam delik aduan," kata Pengacara Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Menang Jagad, saat dikonfirmasi awak media di kantornya. Jumat. (24/1/2020).

Disamping itu juga, dalam menangani kasus ini, Aparat kepolisian harus mendalami dan melakukan pengecekan terhadap Standar Operasional Prosedur (SOP) serta standarirasi wisata kolam renang LBK.

“ Cek berapa kapasitas digunakan pada pengunjung, dan bagaimana jumlah siswanya, apa sebanding dengan guru," tegasnya.

" Apalagi para pelajar itu bayar karcis, Ada asuransinya gak, korban bukan meninggal secara wajar, kalau ada petugas penyelamat yang ada dan stand by  tentu peristiwa itu tidak akan terjadi, Kalau mereka tidak ada itu sudah pasti ada unsur kelalaian," tegas dia lagi.

Disisi lain, berdasarkan informasi yang dihimpun, menurut keterangan salah satu karyawan kolam renang Lembah Bambu Kuning yang tidak ingin namanya disebutkan, menjelaskan bahwa saat peristiwa itu terjadi ada dua Sekolah yang mengunjungi LBK, yakni SDN 1 Abung Jayo dan sekolah SD lainnya. 

Sementara itu, petugas kolam hanya dua orang, dan dari pihak guru pendamping tidak sampai 10 orang. Selain itu juga alat pengamananan, seperti pelampung tidak ada.

Diketahui sebelumnya, aparat Kepolisian Sektor (Polsek) Abung Selatan masih terus menyelidiki kasus tewasnya M. Afda Unur bocah Sekolah Dasar (SD) yang tenggelam di Kolam Renang Lembah Bambu Kuning (LBK) di Desa Abung Jayo Kecamatan Abung Selatan Kabupaten Lampung Utara (Lampura) pada Sabtu (18/1/2020).

Kanit Reskrim Polsek Abung Selatan, Aipda Nikmat Abadi mewakili Kapolsek AKP Sukimanto mengaku, bahwa pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap saksi – saksi yang pada saat itu berada di tempat kejadian perkara.

Adapun saksi – saksi tersebut, jelas Abadi yakni, Daliman selaku pemilik kolam renang, dua orang penjaga kolam renang, guru dan, kepala sekolah yang membawa para siswa – siswi SDN 1 Abung Jayo Kecamatan Abung Selatan berenang di LBK.

“ Namun perkara ini, keluarga korban hingga saat ini belum malaporkan secara resmi ke Polsek Abung Selatan ataupun ke Mapolres setempat,” kata Aipda Nikmat Abadi saat dikonfirmasi awak media. Rabu (22/1/2020).

Lebih lanjut, Abadi mengatakan, bahwa pihaknya melakukan penyelidikan atas tewasnya bocah yang masih duduk dikelas IV SD ini berdasarkan penemuan yang di tempat kejadian perkara.

" Kami tetap melakukan terhadap saksi-saksi yang mengetahui disekitar kolam dan saksi - saksi yang ada disekitar pada saat kejadian penemuan korban yang ada dikolam LBK," ujarnya.

Laporan Wartawan Nyokabar.com : Diqin

Komentar via Facebook