Nunik : Tahun 2020 Kabupaten Lampura Diharapkan Menjadi Kabupaten Layak Anak

User 7 | Rabu, 15 Januari 2020 | Dibaca: 303 | Lampung Utara

Nyokabar Lampung Utara – Kabupaten Layak Anak (KLA) bukan hanya sekedar mengejar penghargaan, akan tetapi KLA diharapkan menjadi barometer agar daerah bisa memberikan yang terbaik untuk anak-anak.

Demikian yang disampaikan oleh Wakil Gubernur (Wagub) Lampung, Chusnunia Chalim saat menghadiri acara Percepatan Kabupaten/Kota Layak Anak yang diselelenggrakan di Desa Wonomarto Kecamatan Kotabumi Utara Kabupaten Lampura. Rabu (15/1/2020).

Dalam kesempatan itu, Nunik sapaan akrab Wagub memberikan semangat kepada kabupaten Lampung Utara (Lampura) untuk mewujudkan Kabupaten Layak Anak (KLA) di tahun 2020.

Nunik optimis, bahwa ditahun 2020 ini Kabupaten Lampung Utara akan menjadi Kabupaten layak anak, hanya saja menunggu waktu untuk mewujudkannya.

“ Melalui KLA akan memotivasi anak-anak di Provinsi Lampung untuk mewujudkan Provinsi Lampung Layak Anak (Provila). Oleh sebeb itu,  mari bergandengan tangan mewujudkan yang terbaik untuk anak-anak kita,” kata Nunik.

Lebih lanjut, Nunik mengatakan, bahwa Provinsi Lampung berkeinginan menjadi Provinsi yang memperhatikan hak-hak perempuan. Oleh sebeb itu, sangat diharapkan, pengutamaan gender menjadi basis untuk membuat kebijakan.

“ Perempuan harus berdaya karena kalau kita bicara kualitas keluarga, erat kaitannya dengan peran perempuan dalam rumah tangga, karena rumah tangga adalah hal yang paling inti agar keluarga di Indonesia ini menjadi keluarga yang berkualitas,” ujarnya.

Dalam kesempatan ini, mantan Wakil Bupati Lampuing Timur ini, juga mengkampanyekan Gerakan Masyarakat Lampung Bebas Stunting. Dijelaskannya dengan berkerja keras seluruh pihak, stunting di Provinsi Lampung diangka 27 persen sekaligus di bawah angka nasional.

“ Kendati demikian, Saya memberikan semangat agar angka stunting tersebut terus menurun di Provinsi Lampung. Kita ingin turunkan lagi sampai seminimal mungkin agar tidak ada lagi stunting di Provinsi Lampung,” imbuhnya.

Nunik berharap, agar tercuptanya kerjasama seluruh instansi terkait khusunya di Kabupaten Lampung Utara agar terus melakukan koordinasi sehingga penanganan stunting bisa lebih maksimal.

“Karena itu butuh komitmen bersama. Kami punya optimisme di Kabupaten Lampung Utara, ini isu yang sangat penting tentang anak menyangkut masa depan anak kita, persoalan stunting ini harus ditangani sampai tuntas,” jelasnya.

Sementara itu, ditempat yang sama, Pelaksanatugas (Plt) Bupati Lampung Utara, Budi Utomo yang diwakili oleh Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Lampura, Sofyan mengatakan bahwa Pemkab Lampura tahun 2020 ini berkomitmen untuk mewujudkan Kabupaten Layak Anak.

Dala berkomitmen ini, terang Sofyan Kabupaten Lampura akan membuktikannya dengan dibentuknya Gugus Tugas yang nantinya melibatkan OPD terkait, serta melaksanakan sosialisasi program KLA ke kecamatan dan desa desa.

Disamping itu juga, terang Sofyan, pihaknya akan melakukan pembinaan terhadap Forum Anak Daerah (FAD), dan bahkan telah turut pula mengikuti penilaian KLA meskipun belum berhasil masuk dalam nominasi. Pada tahun 2019 yang lalu, Kabupaten Lampung Utara juga telah menetapkan 26 PAUD/TK, 74 SD, dan 37 SMP sebagai sekolah yang masuk ke dalam Program Sekolah Ramah Anak.

“Hal lni dimaksudkan untuk menjamin dan melindungi hak anak, serta memastikan lingkungan sekolah sebagai tempat yang aman, nyaman, tenteram, rukun dan damai,” terangnya.

Terhadap perlindungan perempuan dan anak, Sofyan menjelaskan pada tahun 2015 juga telah membentuk Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak dengan nama Nuwo Singgahan Intan Permato.

“Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak ini kami bentuk dalam rangka untuk mengantisipasi dan meminimalisir terjadinya tindak kejahatan terhadap perempuan dan anak,” jelasnya.

Kemudian, untuk Program Gerakan Masyarakat Lampung Bebas Stunting, Sofyan mengatakan Pemerintah Kabupaten Lampung Utara pada tanggaI 20 Agustus 2019 telah melakukan penandatanganan komitmen percepatan penurunan stunting menuju Kabupaten Lampung Utara bebas stunting tahun 2023.

“Untuk diketahui, bahwa Kabupaten Lampung Utara merupakan salah satu dari 110 Kabupaten yang menjadi prioritas dalam intervensi stunting dan di tahun 2020 ini Lampung Utara menjadi Prioritas Kabupaten Lokus Stunting,” tukasnya.

Pada kesempatan itu, juga dilakukan penyerahan sertifikat warisan budaya tak benda (panggeh dan ringget) sekaligus pemberian makanan tambahan (PMT) bagi balita. Wagub Nunik juga melakukan senam Germas bersama dan meninjau pasar murah.

Laporan Wartawan Nyokabar.com : Diqin

Komentar via Facebook