125 Pegawai Lulus Seleksi BLUD di RSUD. H.M. Ryacudu Kotabumi Ditunda dan Akan Dievaluasi Kembali

User 7 | Senin, 23 Desember 2019 | Dibaca: 324 | Lampung Utara

Nyokabar Lampung Utara – Sebanyak 125 pegawai yang dinyatakan lulus dalam seleksi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) di RSUD. H.M. Ryacudu Kotabumi ditunda dan akan dievaluasi kembali.

Demikian yang disampaikan oleh Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Lampung Utara, Arnol Alam, usai menggelar hearing atau rapat dengar pendapat (RDP) bersama pihak manajemen RSUD. H.M. Ryacudu Kotabumi. Senin (23/12/2019).

Dalam hearing yang digelar di ruang rapat komisi itu, semua pihak sepakat untuk menunda pemberian surat keputusan pengakatannya dan akan dilakukan evaluasi kembali.

Tentu hasil hering ini membuat para Pegawai non PNS yang tidak lulus seleksi BLUD Rumah Sakit Daerah (RSD) Ryacudu Kotabumi dapat bernafas lega. Pasalnya salah satu keputusan yang diambil dalam hearing tersebut untuk tetap mengizinkan para karyawan yang tidak lulus tes bekerja seperti biasanya.

“ Tidak ada itu istilah karyawan yang akan dirumahkan. Untuk kawan-kawan semua yang kemarin ikut dalam rekrutmen silahkan bekerja seperti biasanya,” tegas Ketua Komisi IV DPRD Lampung Utara, Arnol Alam usai hearing.

Lebih lanjut, Arnol mengatakan, bagi para pegawai peserta BLUD yang tidak lulus seleksi dipersilahkan untuk dapat melengkapi berkas administrasi persyaratan dan akan diprioritaskan dalam seleksi pegawai ditahap kedua.

“ Terkait pembahasan seleksi selanjutnya kita juga sepakat akan merumuskan kembali bagaimana nantinya untuk proses seleksi kedepan. Dengan harapan persoalan semacam ini tidak akan terulang dikemudian hari. Karena yang kita butuhkan saat ini solusi terbaik,” ujarnya.

Sementara itu, Ditempat yang sama, Pelaksanatugas (Plt) Direktur RSUD. H.M. Ryacudu Kotabumi, dr. Syah Indra Husada Lubis saat dikonfirmasi awak media mengatakan, bahwa dirinya mendukung penuh hasil keputusan dalam hearing.

Indra menegaskan, bahwa keputusan yang diambil ini adalah keputusan bersama untuk solusi terbaik bagi semua pihak. Hal ini dilakukan guna menjaga kondusifitas di Kabupaten Lampung Utara tetap dijaga dan dipertahankan.

“ Ini adalah keputusan terbaik dan sangat bijak. Sementara ini polemiknya selesai karena bagaimanapun proses rekrutmen harus tetap dilakukan, hanya saja prosesnya akan dikaji ulang,” jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lampung Utara (Lampura) menggelar rapat dengar pendapat (RDP) atau hearing bersama pelaksana tugas (Plt) Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) H.M. Ryacudu Kotabumi terkait proses penerimaan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) yang diduga curang. Selasa (10/12/2019).  

Dalam rapat yang dipimpin langsung oleh ketua Komisi IV DPRD Lampura, Arnol Alam, didampingi sekretaris, Ali Darmawan serta anggota komisi lainnya. Hadir dalam kesempatan tersebut, Plt direktur RSUD H.M. Ryacudu, dr. Syah Indra dan beberapa pegawai dilingkup rumah sakit serta perwakilan pegawai non PNS yang dinyatakan tidak lulus tes.

Dalam hearing yang diselenggarakan di ruang rapat komisi DPRD Lampura, Ali Darmawan selaku sekretaris komisi IV DPRD menyampaikan secara pribadi agar pelaksanaan ujian penerimaan pegawai BLUD rumah sakit Ryacudu diulang kembali.

“ Saran saya ini memang cukup ekstrim, Saya setuju ujian penerimaan pegawai diulang,” katanya Ali Darmawan.

Berbeda dengan Ketua Komisi IV DPRD Lampura, Arnol Alam, dimana dirinya mengatakan bahwa persoalan ini harus dicarikan solusi yang tepat agar tidak berlarut – larut.

Meski demikian, dirinya mengatakan pihaknya menaruh perhatian besar terhadap nasib para pegawai yang tidak lulus tes tersebut. Arnol menegaskan, pihaknya akan kembali menggelar hearing dengan pihak rumah sakit untuk membahas hal ini lebih lanjut.

“ Semua pihak terkait akan kita panggil duduk bersama untuk memecahkan persoalan ini, dan apa yang disampaikan oleh sekretaris komisi tadi adalah saran pribadi, jadi tidak bisa kita simpulkan dalam rapat hari ini,” ujarnya.

Laporan Wartawan Nyokabar.com : Diqin

Komentar via Facebook