Langgar Perjanjian, DPRD Lampura Dukung Pemutusan Kontrak Pengelola Parkir RSUD. H.M. Ryacudu

User 7 | Senin, 23 Desember 2019 | Dibaca: 257 | Lampung Utara

Nyokabar Lampung Utara – Pembuatan lahan parkir bertingkat (double decker) yang dijanjikan oleh pengelola parkir elektronik PT. Guardian Oto Solusi hanya isapan jempol belaka.

Hal ini merupakan, Pelanggaran kontrak kerja sama yang dilakukan oleh ‎pihak PT GOS dengan RSUD. H.M. Ryacudu Kotabumi. Dimana double decker yang dimaksud tertera dalam perjanjian awal kerja sama. Dengan demikian pengelola parkir (PT. GOS.red) gagal memenuhi perjanjian untuk menyediakan lahan parkir bertingkat.

Atas kegagalan itu, Anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Lampung Utara, Herwan Mega menyetujui rencana pemutusan kontrak kerja sama antara Rumah Sakit Umum Ryacudu Kotabumi dengan pihak pengelola parkir elektronik yang dikelola oleh PT. Guardian Oto Solusi.

" Kami setuju sekali dengan rencana pemutusan kontrak itu," kata Herwan Mega ketika dikonfirmasi di kantor DPRD Lampura. Senin (23/12/2019).

Dikatakan Herwan, selain perjanjian pembuatan double decker yang tidak dipenuhi oleh pihak pengelola parkir masih banyak alasan yang membuatnya begitu yakin untuk mendukung rencana itu. Diantaranya perolehan pendapatan parkir yang cenderung tidak masuk akal dan tarip parkir yang tidak jelas selain itu kerap terjadi kehilangan kendaraan milik keluarga pasien dan pegawai rumah sakit.

"  Perolehan retribusi parkir gak jelas, setiap bulannya menurun terus yang mereka setorkan ke daerah. Terakhir informasinya cuma Rp6 juta/bulan," ujarnya.

Sementara itu, ditempat yang berbeda, salah satu narasumber yang dapat dipercaya, mengatakan bahwa ‎pihak pengelola parkir terkesan tidak bertanggung jawab terhadap hilangnya sepeda motor di lingkungan tersebut meski telah berulang kali terjadi.

“ Sepengetahuan saya sudah tiga kali terjadi insiden kehilangan sepeda motor di lahan parkir itu, Terakhir, sepeda motor Honda Mega Pro milik pegawai RSUR yang hilang di bulan Agustus lalu," kata salah satu narasumber dari lingkungan RSUD. Ryacudu yang enggan disebutkan namanya. ‎

Sebelumnya, lantaran dinilai melanggar perjanjian kerja sama, manajemen Rumah Sakit Umum Ryacudu, Kotabumi, Lampung Utara bakal memutus kontrak kerja sama pihak pengelola parkir elektronik yang dikelola oleh PT. Guardian Oto Solution sejak tahun 2017 silam.

"Mereka (PT. GOS) sudah banyak wanprestasi selama ini. Jadi, kami berencana memutus kontrak kerja sama dengan mereka," tegas Pelaksana Tugas Direktur RSUR Kotabumi, Syah Indra Husa Lubis, pekan lalu.

Salah satu pelanggaran kontrak kerja sama yang dilakukan oleh ‎pihak pengelola parkir itu ialah gagal menyediakan lahan parkir bertingkat (Double decker). Padahal, Double decker jelas tertera dalam perjanjian awal kerja sama.

"Sampai sekarang Double decker itu enggak ada," jelasnya.

Sejak tahun 2017 silam, lahan parkir di RSUR dikelola oleh PT. GOS dengan menggunakan sistem elektronik. Sistem ini diharapkan akan mampu memaksimalkan perolehan pendapatan asli daerah yang selama ini dikelola dengan sistem manual. 

Sayangnya, dalam perjalanannya, pengelolaan parkir di sana banyak menuai keluhan. Mulai dari besaran tarif parkir, ketidaktersediaan tiket parkir,  ‎hingga kabar tentang raibnya helm atau sepeda motor yang terparkir.

Laporan Wartawan Nyokabar.com : Diqin

Komentar via Facebook