PGRI Lamteng Gelar Seminar Nasional Pendidikan di Gedung Sesat Agung Nuwo Balak (ADV)

Nyokabar | Rabu, 27 November 2019 | Dibaca: 486 | Lampung Tengah

Nyokabar.com, Lampung Tengah - Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Lampung Tengah (Lamteng) menggelar Seminar Nasional Pendidikan di Gedung Sesat Agung Nuwo Balak, Selasa (26/11/2019).

Seminar yang bertajuk Peran Strategis Guru untuk Mewujudkan SDM Indonesia Unggul itu diikuti oleh 1.636 guru se-kabupaten setempat.

Ketua PGRI Kabupaten Lamteng Hi. Sarjito mengatakan, kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan profesionalitas guru di Kabupaten Lampung Tengah.

“Dengan kegiatan ini diharapkan ada transfer ilmu. Guru dapat memanfaatkan kemajuan teknologi informasi yang super cepat untuk meningkatkan kualitas proses belajar mengajar,” katanya

Ditambahkan Sarjito, hal itu bertujuan mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) yang unggul dengan kompetensi global. Menurutnya, peningkatan profesionalisme guru merupakan salah satu syarat utama dalam pewujudan pendidikan yang berkualitas dan berkarakter serta menguasai kecakapan di era teknologi yang dibutuhkan oleh setiap peserta didik.

Sementara, Wakil Rektor I Unila , Prof. DR. Bujang Rahman, narasumber pada kegiatan tersebut mengatakan, kualitas pendidikan saat ini sangat tergantung pada kualitas guru. Dikatakannya, unsur utama yang diperlukan dalam dunia pendidikan adalah penguatan pendidikan agama. Pendidikan agama, menurutnya, bukan hanya sekadar belajar tentang keagamaan, yang menjadi kewajiban guru agama. Tapi menjadi kewajiban keluarga dan semua guru, termasuk pimpinan sekolah serta masyarakat.

“Karena dengan agama itulah kita bisa membentengi generasi bangsa agar bisa melakukan perbuatan yang baik dan benar. Penguatan budaya juga kita kuatkan, karena tidak ada budaya di negara kita ini yang menghalalkan segala cara, termasuk mengambil hak orang lain ataupun melanggar aturan,” katanya.

Sedangkan penguatan budaya sendiri, lanjutnya, seharusnya bisa berasal dari orang tua masing-masing. Karena pendidikan yang paling awal berasal dari keluarga.

“Bagaimana kita mengimplementasikan budaya itu supaya bisa dipelajari oleh anak-anak. Dan pendidikan yang paling awal itu dimulai dari keluarga, karena kemanapun anak pergi atau menjalani pendidikan, pasti pulangnya ke keluarga,” tandasnya.(ADV)

Komentar via Facebook