Bupati Loekman Kunjungan Kerja ke Terusan Nunyai

Nyokabar | Jumat, 11 Oktober 2019 | Dibaca: 174 | Lampung Tengah

Nyokabar.com, Lampung Tengah - Bupati Lampung Tengah (Lamteng) Loekman Djoyosoemarto, di dampingi beberapa Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, melakukan kunjungan kerja (Kunker) ke Kecamatan Terusan Nunyai, Kamis (10/10/2019).

Memgawali kunjungannya, Bupati Loekman meninjau pasar Bandar Agung untuk bergotong royong. Bersama warga setempat, Loekman ikut menyapu membersihkan sampah di area pasar kampung tersebut. Bupati juga menyempatkan diri berdialog dengan para pedagang untuk mendengarkan keluhan mereka.

Gotong royong dilanjutkan bupati ke Jalan Polri Bandar Agung, untuk memperbaiki jembatan. Ditempat itu Loekman bersama warga menimbun area bawah jembatan dengan batu yang kondisinya rusak parah akibat tergerus aliran air.

Loekman mengatakan, sikap gotong royong seharusnya dimiliki seluruh elemen masyarakat, agar pembangunan daerah bisa terlaksana dengan cepat. Gotong royong juga sebagai jembatan masyarakat untuk menjalin hubungan silaturahmi antar sesama.

“Gotong royong merupakan budaya yang wajib kita lestarikan. Dan saya tidak akan lelah menjalankannya. Karena sudah menjadi fokus dan komitmen pemerintah daerah untuk membangun Kabupaten Lamteng kedepan. Saya harap masyarakat ikut berpartisipasi dalam hal ini,” ajak bupati.

Sudar (43) salah seorang warga yang ikut bergotong royong bersama bupati mengatakan, jembatan Bandar Agung merupakan akses vital yang setiap hari dilalui warga setempat. Jika jembatan tersebut tidak segera diperbaiki maka di khawatirkan akan memakan korban.

“Dibawah jembatan berlubang, kalau tidak diperbaiki sangat berbahaya. Terimakasih Pak Bupati mau gotong royong memperbaiki jembatan disini,” ujar Sudar, mewakili warga lainnya.

Usai gotong royong bersama warga, bupati dan jajarannya melakukan pertemuan dengan aparat kampung se-Kecamatan Terusa Nunyai, di Lapangan Transad Bandar Agung. Loekman menegaskan, aparat kampung harus memiliki kualitas kerja yang baik dalam melayani masyarakat. Sehingga, tata kelola kampung dapat menghasilkan pelayanan publik yang lebih baik.

“Tata kelola kampung yang baik perlu didukung dengan adanya kemampuan dan pengetahuan yang memadai tentang penguatan tugas pokok dan fungsi aparat kampung. Saya harap aparat kampung mampu mengemban tugas penting sebagai pelayan masyarakat. Saya juga akan berupaya meningkatkan kesejahteraan aparatur kampung di Lamteng,” ungkapnya.

Setelah itu, Bupati Loekman melakukan pertemuan dengan Perlindungan Masyarakat (Linmas) se-Kecamatan Terusan Nunyai di Balai Kampung Bandar Agung. Ia menegaskan, Linmas harus menunjukkan fungsi dan tugas utama sebagai garda terdepan yang bersinggungan langsung dengan masyarakat.

“Linmas memiliki tugas dalam penanganan bencana alam, pengamanan pemilihan umum, dan menjaga keamanan serta ketertiban warga. Untuk itu anggota Linmas perlu mendapatkan bekal ketrampilan guna menunjang tugas dan fungsinya,” ujar Loekman.

Bupati berharap satuan Linmas dapat saling bertukar pikiran mengenai eksistensi kelembagaan kedepan, baik dalam menyikapi bentuk ancaman, gangguan, tantangan dan hambatan, maupun dalam menjamin keberhasilan capaian program kegiatan kinerja satuan Linmas, demi terwujudnya keamanan dan kenyamanan masyarakat Lamteng.

“Saya minta Linmas selalu mengedepankan koordinasi, komunikasi dan konsultasi mengenai berbagai permasalahan di lapangan, terutama deteksi dini. Harus diingat! salah satu kunci kesuksesan pemilihan umum adalah adanya keamanan dan ketertiban tugas anggota Linmas,” katanya.

Kunjungan bupati dilanjutkan dengan agenda senam gotong royong bersama tenaga pendidikan, FKPPI, Lansia, dan seluruh warga Terusan Nunyai di Lapangan Transad Bandar Agung.

Dengan didampingi Ketua Tim Penggerak PKK Lamteng, Hj Ellya Lusiana Loekman, bupati senam dengan penuh semangat bersama warga. Keriuhan semakin terdengar di kala Loekman Djoyosoemarto mengikuti gerakan demi gerakan senam bersama tersebut.

Usai melakukan senam bersama, bupati menyerahkan sertifikat Open Defecation Free (ODF), atau gerakan stop buang air besar sembarangan sebanyak tiga kampung, yakni Gunung Batin Baru, Gunung Batin Udik dan Guning Batin Ilir.

Dalam sambutannya, Loekman mengatakan bahwa kita semua harus hidup sehat. Gerakan stop buang air besar sembarangan harus menjadi prioritas untuk menghindari terjangkitnya penyakit.

“Semoga dengan deklarasi ODF di Kecamatan Terusan Nunyai ini bisa menjadi contoh daerah lain, dan kualitas kesehatan serta kebersihan masyarakat semakin meningkat,” tutur bupati.

“Bagi masyarakat yang belum mendeklarasikan ODF diharapkan segera menyusul. Tujuannya untuk menciptakan kehidupan masyarakat lebih sehat. Saya harap semua pihak terkait harus bergerak,” tambahnya.

Selanjutnya bupati menabur benih ikan Lele, Nila dan Gurame, di embung jalan 45, Kampung Bandar Agung, Kecamatan Terusan Nunyai. Ia mengatakan, menabur benih ikan akan menjaga ekosistem lingkungan, yang bertujuan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat.

“Menebar benih ikan merupakan bentuk budidaya yang mandiri, berdaya saing dan berkelanjutan. Ini salah satu bentuk dorongan pemerintah daerah untuk meningkatkan pembangunan budidaya ikan,” ujarnya.

Loekman menuturkan, penebaran benih ikan kembali ke alam bertujuan untuk memperkaya dan meningkatkan sumber daya perikanan di perairan umum. Sehingga, perairan umum baik itu sungai, danau maupun waduk dapat kembali menjadi tumpuan masyarakat sekitarnya untuk meningkatkan pendapatan dan juga gizi masyarakat.

“Untuk mendukung keberlanjutan budidaya masyarakat konsumsi ikan, pemerintah daerah juga akan mendorong keberlanjutan sumberdaya alam perikanan di Lamteng,” ungkap orang nomor satu di Bumi Beguai Jejamo Wawai itu.

Sanuri (49) salah satu warga mengaku senang dengan kegiatan tebar benih ikan yang dilakukan Bupati Loekman di Embung Jalan 45 Bandar Agung. “Kalau benih ikan banyak, warga nanti bisa menikmati juga hasilnya, terimakasih Pak Loekman,” ujar warga. 

Diakhir Kunker nya, Bupati Lamteng melakukan pertemuan dengan tenaga pendidik se-Kecamatan Terusan Nunyai, di pelataran SDN 2 Bandar Agung. Loekman mengatakan, pendidikan merupakan hal yang sangat penting bagi masyarakat, karena tidak hanya memberi ilmu pengetahuan, tetapi mengajarkan kita pada sopan santun dan hal- hal yang benar.

“Pendidikan memupuk kita menjadi individu dewasa yang mampu merencanakan masa depan, dan mengambil keputusan yang tepat. Oleh karena itu pemerintah daerah sangat fokus dalam meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan di Lamteng,” ujarnya.

Menurut bupati, guru merupakan media pendidik yang harus memberikan ilmu kepada anak didiknya sesuai dengan kemampuan yang dimiliki, dan mampu menjalankan tugasnya yang berkaitan dengan mendisiplinkan anak, agar memiliki rasa tanggung jawab dengan apa yang dia lakukan.

“Guru juga harus berupaya agar pelajaran yang diberikan kepada muridnya selalu cukup untuk menarik minat anak,” pungkasnya.

Dalam kunjungannya, Bupati Loekman Djoyosoemarto membagikan secara simbolis KIA kepada 20 orang anak, KK, Akte Kelahiran dan Surat Keterangan Domisili kepada warga di Kecamatan Terusan Nunyai.*

Komentar via Facebook