Pasca OTT Bupati Lampura, KPK Terus Melakukan Penggeledahan Di Beberapa Tempat

User 7 | Kamis, 10 Oktober 2019 | Dibaca: 145 | Lampung Utara

Nyokabar Lampung Utara – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih menyisir beberapa lokasi untuk mencari guna melengkapi barang bukti suap yang melibatkan Bupati Lampung Utara, Agung Ilmu Mangkunegara dan enam orang lainnya.

Penyisiran ini dilakukan sejak Rabu (9/10/2019) pukul 11.30 hingga 23.40 Wib. Petugas KPK yang dibagi menjadi dua tim ini melakukan penggeledahan di Rumah Dinas Bupati Lampung Utara.

Dari dalam rumah dinas ini, KPK berhasil mengamankan sejumlah berkas – berkas yang diduga kuat sebagai alat bukti suap yang melibatkan orang nomor satu di Kabupaten Lampura ini.

Tidak hanya sampai disitu, Ruang kerja Bupatipun tak luput dari penggeledahan oleh tim KPK. Sama halnya dengan penggeledahan di rumah dinas, KPK juga mengamankan dua koper yang diduga berisikan dokumen-dokumen penting terkait lelang proyek pada dinas PUPR dan Dinas Perdagangan.

Upaya penggeledahan ini terus dilakukan, setelah mengobrak-abrik ruang kerja bupati, dengan mengendarai tiga unit mobil Toyota Inova KPK menuju kediaman mantan Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga Dinas PUPR Lampura, Yulias.

Namun sayangnya, Yulias pada saat itu tidak sedang berada dikediamannya. Ditemani ketua RT dan kerabat Yulias, KPK pun berhasil mengamankan sejumlah barang – bukti berupa dokumen-dokumen yang diduga milik beberapa perusahaan pemenang lelang.

Penggeledahan dilanjutkan pada harin ini, Kamis (10/10/2019). Sama halnya dengan hari kemarin, Tim KPK dibagi menjadi dua. Tim pertama melakukan penggeledahan di dinas PUPR yang terletak di Jalan Soekarno Hatta pada pukul 09.00 hingga pukul 15.30 wib.

Penggeledahan KPK ini disinyalir mencari berkas-berkas penting guna menambah barang bukti pasca dilakukannya operasi tangkap tangan (OTT) terhadap orang nomor satu dilampung utara serta dua kepala dinasnya.

Berdasarkan pantauan, penggeledahan yang dilakukan KPK ini baik dari dinas PUPR dan Dinas Perdagangan tim KPK juga berhasil mengamankan berkas-berkas yang diduga kuat sebagai alat bukti suap.

Dari salah satu staff dinas Perdagangan mengatakan, bahwa tim KPK berserta rombongan melakukan penggeledahan di ruangan kepala dinas. Namun sayangnya dirinya tidak mengetahui apa saja yang disita dari dalam ruangan kepala dinas tersebut.

Laporan Wartawan Nyokabar.com : Diqin

Komentar via Facebook