Viral.!! Video Penembakan Ke Udara Oleh Okum Polisi Di Acara Begawi, Ini Penjelasan Dua Tokoh Muda Adat Lampung

User 7 | Kamis, 19 September 2019 | Dibaca: 80 | Lampung Utara

Nyokabar Lampung Utara - Menanggapi terkait vidio yang beredar dibeberapa media sosial bahwa ada oknum polisi yang melakukan penembakan keudara dalam prosesi adat lampung abung pepadun ( begawi ). 

“ Melihat vidio tersebut sebetulnya saya pribadi sebagai putra pribumi lampung tidak merasa heran. Karena dalam prosesi adat lampung (begawi) khususnya pepadun sering dijumpai adanya tembakan baik itu memakai Senpi, Petasan bahkan jaman dahulu makai Meriam,” kata Istanto gelar Pengiran Surya Bangsawan dalam siaran persnya. Kamis (19/9/2019).

Dikatakan lebih lanjut, Yang harus masyarakat umum ketahui khususnya masyarakat Lampung itu sendiri bahwa tembakan keudara atau dalam bahasa lampung (timbak) itu adalah salah satu warisan atau pangkat adat seorang penyimbang lampung yang cukup sakral. 

“ Tembakan keudara atau dalam bahasa lampung (timbak) itupun tidak semua masyarakat Lampung pepadun miliki, hanya tokoh-tokoh atau dalam bahasa Lampungnya (penyimbang-penyimbang) yang mendapatkan warisan dari turun menurun atau warisan adat yang didapatkan dari pihak besan, paman dari orang tua perempuan dalam prosesi adat manjau balak begawi,” jelasnya.  

Masih kata Istanto, Timbak tersebut ada banyak macam ada tembakan 4 (timbak pak) ada timbak serbo buluh (tembakan yang banyak) dan lain-lain tergantung masyarakat adat tersebut miliki, biasanya itu tertulis  dalam dokumen kepemilikan pakaian adat masing-masing rumah atau suku dalam lampung pepadun.

“ Namun pada praktiknya Mungkin harus ada yang diperhatikan seperti tempat dalam melakukan tembakan keudara baik memakai jeduman bambu, petasan, atau yang lain-lain harus diposisi yang aman dan tidak membahayakan orang lain,” tegasnya.

Disamping itu juga, terang dia, salah satu oknum yang di duga oknum polisi tersebut adalah salah satu kerabat dekat atau salah satu bagian keluarga besar dari pemilik acara adat tersebut.

“ Mungkin saja mereka ingin berpartisipasi dalam upacara adat sembari ikut menjaga kondusifitas upacara adat yang sakral tersebut,” imbuhnya.

Dalam prosesi adat lampung pepadun (begawi) pun tidak bisa dilebihkan atau mungkin dikurangi baik dalam alat-alat adat atau proses didalamnya jika yang melebihkan atau mengurangi apa yang sudah menjadi kadarnya maka akan mendapatkan sangsi-sangsi yang sudah ditetapkan dari turun menurun. 

“ Mari kita terus lestarikan adat budaya sebagai aset kearifan nusantara,” tukasnya.

Sementara itu, ditempat yang berbeda, Tokoh muda adat Lampung Arizo Fasha gelar Kiay Suttan Pesirah Abung, mengatakan bahwa tidak ada yang perlu dikhawatirkan berlebih terkait tembakan udara dalam acara adat begawi. 

Menurut putra Akuan Abung ini, timbakan tersebut merupakan ciri khas dalam adat budaya Lampung Pepadun. Jika ada juga oknum polisi yang ikut eforia dalam vidio itu sehingga melakukan prosesi timbak yang memakai senjata profesi mereka, itu hanya sebagai bentuk kebanggan dan kegembiraan berlebih terhadap keluarga yang melaksanakan begawi agung. 

“ Harus kita ingat juga melaksanakan gawi adat itu tidaklah mudah, banyak hal-hal yang harus dipersiapkan serta diterapkan,” ucap Kiay Suttan Pesirah Abung. 

Dijelaskan, dalam begawi adat pula adalah momentum tempat keluarga yang didalam kampung, marga dan sumbay saling berkumpul dan bahu membahu mensukseskan acara yang diyakini masyarakat Lampung pepadun sangatlah sakral ini.

“ Kita harus bangga jadi masyarakat Lampung, dengan segala kekayaan adat yang dimilikinya Menjadi salah satu indikator besarnya bangsa Indonesia,” pungkasnya.

Laporan Wartawan Nyokabar.com : Diqin

Komentar via Facebook