Lapas Anak Kelas IIA Kotabumi, Berkomitmen Perangi dan Mencegah Peredaran Narkoba

User 7 | Senin, 15 Juli 2019 | Dibaca: 129 | Lampung Utara

Nyokabar Lampung Utara – Peredaran dan penyalahgunaan narkoba masih menjadi masalah besar yang menimpa Negara Kesatuan Republik Indonesia. Peredaran narkoba dalam beberapa tahun terakhir menjadi bukti bahwa Indonesia sedang berada dalam kondisi darurat narkoba.

Dalam rangka mencegah dan memberantas peredaran narkoba, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Anak Kelas II A Kotabumi Kabupaten Lampung Utara (Lampura) berkomitmen untuk mencegah peredaran narkoba di dalam Lapas. Hal ini mengingat maraknya isu yang berkembang peredaran dan pengendalian narkoba dari dalam Lapas.

Kepala Lembaga Pemsayarakatan (Kalapas) Anak Kelas II A Kotabumi, Tetra Destorie didampingi Kepala Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP), Yudha saat dikonfirmasi mengatakan, bahwa pihaknya telah membuktikan komitmen pemberantasan peredaran narkoba di dalam Lapas.

“ Belum lama ini kami berhasil menggagalkan upaya penyelundupan narkoba jenis shabu ke dalam Lapas,” kata Tetra Destorie. Senin (15/7/2019).

Menurutnya, peredaran narkoba merupakan musuh bersama. Untuk itu pihaknya menerapkan pemeriksaan ketat setiap barang yang masuk ke dalam Lapas. Baik itu melalui perantara kunjungan keluarga, maupun titipan melalui oknum.

“ Penggeledahan dilakukan 24 jam yang dilakukan secara rutin oleh Regu Pengamanan (Rupam), dimulai dari pengunjung yang ingin masuk dilakukan penggeledahan oleh petugas dan ini merupakan prosedur tetap,” ujar Tetra.

Selain itu lanjut dia, pihaknya juga melakukan razia setiap minggu, kontrol keliling yang dilakukan oleh komandan regu jaga beserta staf Kepala Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP).

“ Giat ini terus kita lakukan, Ini adalah salah satu bentuk dari penekanan pengedaran narkoba di dalam Lapas dimana seluruh pegawai dan warga binaan terus di lakukan pemeriksaan secara rutin,” jelasnya.

Disamping itu juga, pihaknya terus melakukan berkoordinasi dengan pihak Kepolisian Resort (Polres) Lampung Utara dan Kodim 0142 untuk membantu pengamanan Lapas, mengingat Warga binaan di Lapas per hari Senin (15/7/2019) berjumlah 435 orang. 

Lebih lanjut, Tetra menjelaskan, Untuk mengantisipasi hal tersebut pihaknya memasang  sebanyak 28 chanel Closed Circuit Television (CCTV) yang ditempatkan di beberapa titik yang dinilai sangat strategis. Selain narkoba terang Tetra, sasaran lain adalah alat komunikasi dan benda tajam yang membahayakan.

“ Kedepannya dimungkinkan akan diperlukannya keamanan elektronik lainnya,  seperti penambahan Metal Detektor,  dan mesin pemerikasaan barang bawaan pengunjung (Mesin X-ray.red),” teranganya.

Dirinya mengakui terhitung sejak Januari – Juli 2019 pihaknya baru kali pertama menggagalkan penyelundupan narkoba ke dalam Lapas yang melibatkan oknum pegawai Lapas Anak Kelas II A Kotabumi.

Kepada warga binaan, Dirinya menghimbau agar selalu bersabar dalam menjalankan hukuman dan pembinaan di dalam Lapas.

“  Dan untuk pegawai saya ingatkan bahwa prinsif  Lapas “ Waspada jangan-jangan, Pahami resiko pekerjaan, Sukses dalam bekerja dan Selamat sampai pensiun," pungkasnya.

Diketahui sebelumnya, Oknum pegawai Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Anak Kotabumi, Lampung Utara (Lampura), diduga sebagai kurir narkoba untuk warga binaan di dalam Lapas.

Pegawai berinisial HS diamankan rekan kerjanya sendiri saat mencoba menyelundupkan sabu kedalam lapas, Senin (8/7/2019) sekitar pukul 09.00 WIB..Berdasarkan data yang berhasil didapat, dari tangan HS didapati bungkusan sabu berukuran sedang.

Dimana saat hendak masuk kedalam lapas, HS diperiksa oleh petugas jaga. Dimana dalam prosedur yang diterapkan di Lapas Kotabumi, selain pengunjung pemeriksaan juga berlaku bagi pegawai yang akan masuk kedalam area lapas. Saat diperiksa itulah, didapati bungkusan sabu.

Setelah menjalani pemeriksaan beberapa jam oleh pejabat Lapas dan polisi yang tiba dilokasi, sekitar pukul 11.30 WIB, HS dibawa ke Mapolres.

Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Anak Kelas IIA Kotabumi Lampung Utara (Lampura), Tetra, membenarkan jika ada salah satu oknum pegawainya berinisial HS yang diamankan karena diduga berusaha menyelundupkan sabu kedalam lapas.

“Benar ada upaya penyelundupan diduga narkoba yang dilakukan oleh oknum Lapas, namun digagalkan oleh petugas kami yang ada di pintu penjagaan. Barang bukti berupa satu bungkus berukuran besar dann dua bungkus berukuran kecil,” ujar Tetra kepada sejumlah wartawan belum lama ini.

” Dalam hal ini kami tidak pandang bulu, semua kami tindak termasuk pegawai kami sendiri jika terbukti terlibat narkoba,” tegasnya.

Dengan tegas Tetra mengatakan, jika hasil penyidikan dinyatakan terbukti, maka yang bersangkutan diusulkan untuk dipecat.

Laporan Wartawan Nyokabar.com : Diqin

Komentar via Facebook