Ini Penjelasan Petinggi PAN Lampura Jika Anton Sudarmono Terbukti Menggunakan Ijazah Palsu

User 7 | Jumat, 14 Juni 2019 | Dibaca: 413 | Lampung Utara

Ini Penjelasan Petinggi PAN Lampura Jika Anton Sudarmono Terbukti Menggunakan Ijazah Palsu

Ket. Foto : Bendera PAN, Sumber Net.

Nyokabar Lampung Utara – Terkait beredarnya pemeberitaan adanya dugaan penggunaan ijasah Strata-1 palsu oleh salah satu calon legislatif (caleg) DPRD Kabupaten Lampung Utara dari Partai Amanat Nasional (PAN), Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PAN Kabupaten setempat, Darwin Hipni angkat bicara.

Darwin mengaku, bahwa pihaknya saat ini belum mengambil langkah atau kebijakan lainnya. Dugaan tersebut, kata Darwin belum bisa dijadikan rujukan yang bersifat politis.

“ Sosok yang dijadikan objek dalam pemberitaan beberapa media ini sudah melalui tahapan kepemiluan yang dilindungi secara Undang-Undang," kara Darwin Hipni. Jumat (14/6/2019).

" Kami belum mengambil sikap dan langkah apapun. Kita crosscheck terlebih dahulu kebenarannya. Jikapun hal tersebut terbukti benar, tentu kami juga harus menunggu keputusan yang memiliki kekuatan hukum tetap," kata dia lagi.

Senada yang di ungkapkan Wakil Ketua DPD PAN Kabupaten Lampura, Suwardi, saat dikonfirmasi, Suwardi menjelaskan bahwa pihaknya belum mengambil sikap dugaan penggunaan ijazah palsu yang ditujukan kepada Anton Sudarmono caleg terpilih melalui daerah pemilihan III.

Tidak menutup kemungkinan, terang Suwardi jika kemudian ternyata benar dan telah memperoleh keputusan pengadilan yang sifatnya inkrach (tetap), maka pihaknya akan mengambil langkah kongkrit. Terlebih pemalsuan dokumen merupakan tindak kriminal serius yang ancaman hukumannya 6 tahun.

“Aturanya memang begitu,  jika sanksi dari perbuatan atau pidananya lebih dari 5 tahun, ya harus diberhentikan.” tegas Suward Jumat (14/6/2019).

Berbeda yang disampikan Wakil Ketua Bidang Organisasi dan Kaderisasi DPD PAN Lampura, Riswan Joni. Dimana Riswan Joni mengatakan bahwa Anton Sudarmono merupakan alumni universitas Darul Ulum Jombang.

Dijelaskan Riswan, sepengetahuan dirinya Anton mengikuti proses perkuliahan di universitas Darul Ulum cabang Bandar Lampung. Kendati demikian, Anton Sudarmono tidak terdata di Dikti, namun faktanya yang bersangkutan memiliki ijazah dan surat keterangan yang sah dari pihak rektorat pergutuan tinggi Darul Ulum Jombang.

"Sebagai bahan informasi, dalam tubuh internal universitas tersebut ada persoalan dualisme kepemimpinan. Sehingga, ada kekacauan dalam sistem administrasi mereka yang bisa jadi juga berdampak pada kader kami,"jelasnya.

Terpisah, Ketua Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Lampura, Marthon, saat dimintai keterangan terkit dugaan ijazah S1 palsu milik caleg terpilih PAN Anton Sudarmono, mengatakan bahwa KPUD Lampura sepenuhnya menyerahkan persoalan ini ke proses hukum yang berlaku.

“ Pada prinsipnya tugas KPUD Lampura sudah selesai.“ kata Marthon.

Namun Marthon menjelaskan, jika terdapat persoalan menyangkut caleg bermasalah pihaknya mempersilahkan persoalan tersebut dibawa keranah hukum. Pihaknya akan menunggu keputusan yang sifatnya inkrach atau tetap.

“ Jika sudah ada keputusan hukum tetap, maka kami akan mengambil langkah-langkah,” ujar Marthon. Jumat (14/6/2019).

Menurut Marthon, tidak ada kewajiban KPUD untuk melakukan verifikasi terhadap ijazah para caleg. Kecuali ketika masa pengumuman ada keberatan dari masyarakat.

“ Waktu itu tidak ada keberatan dari masyarakat setelah kita umumkan daftar caleg. Karenanya kita tidak lakukan verifikasi ijazah yang bersangkutan.” Pungkasnya.

Laporan Wartawan nyokabar.com : Diqin

Komentar via Facebook