Dituding Menggunakan Ijazah Palsu, Ini Kata Anton Sudarmono

User 7 | Jumat, 14 Juni 2019 | Dibaca: 466 | Lampung Utara

Nyokabar Lampung Utara – Calon anggota legislatif (caleg) terpilih dari Partai Amanat Nasional (PAN) daerah pemilihan III Kabupaten Lampung Utara, Anton Sudarmono menanggapi prihal pemberitaan menggunakan ijazah palsu dalam pencalonan dirinya sebagai anggota legislatif pemilu serentak 2019.

Saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya, Jumat (14/6/2019) Anton mengatakan, bahwa apa yang dituduhkan kepada dirinya terkait menggunakan ijazah Strata-1 (S1) palsu tidaklah benar. Bahkan Anton mengajak untuk membawa masalah ini ke ranah hukum.

“ Kalau saya terbukti menggunakan ijazah palsu, Ayo kita tuntut sama-sama saja kampus itu, tempat saya kuliah masih ada cabang Darul Ulum Jombang di Bandar Lampung” tegas Anton Sudarmono.

Anton mengklim dirinya yang memperoleh suara terbanyak di daerah pemilihan III merasa dizolimi oleh oknum-oknum yang tidak ingin dirinya lolos menjadi anggota DPRD Lampung Utara.

“ Ada apa ini kok saya di zolimi terus, Saya ini mendapatkan suara terbanyak di dapil III khususnya kecamatan Abung Tinggi dan Bukit Kemuning, Saya mendapatkan suara itu bukan maling suara calon atau partai lain,” ujarnya seraya menutup telepon selulernya.

Sementara itu pengamat politik yang juga fraktisi hukum, Sodri Helmi saat dikonfirmasi mengatakan bahwa jika berbicara terkait pemalsuan ijazah atau suatu dokumen yang berhak melaporkan adalah lembaga atau orang yang merasa di rugikan.

“ Siapa yang merasa dirugikan pada prinsifnya yaitu perguruan tinggi yang harus melaporkan terkait pemalsuan ijazah ini,” kata Sodri Helmi.

Jika bicar soal aturan, Sodri Helmi menjelaskan bahwa persoalan ini akan melewati proses yang panjang, dimana untuk membuktikan keaslian ijazah S1 yang digunakan oleh Anton Sudarmono harus melalui uji laborotarium.  

“ Jika memang benar Anton menggunakan ijazah palsu, maka Bawaslu dapat merekomendasikan Anton Sudarmono untuk di diskualifikasi,” jelasnya.

Lebih lanjut, Sodri menjelaskan, pemalsuan ijazah atau dokumen lainya, dikenakan pidana pemalsuan surat sebagaimana diatur dalam Pasal 263 kitab KUHPkhususnya pada ketentuan ayat2. Pasal 263 tersebut berbunyi sebagai berikut :

(1) Barang siapa membuat surat palsu atau memalsukan surat, yang dapat menerbitkan sesuatu hak, sesuatu perjanjian (kewajiban) atau sesuatu pembebasan utang, atau yang boleh dipergunakan sebagai keterangan bagi sesuatu perbuatan, dengan maksud akan menggunakan atau menyuruh orang lain menggunakan surat-surat itu seolah-olah surat itu asli dan tidak dipalsukan, maka kalau mempergunakannya dapat mendatangkan sesuatu kerugian dihukum karena pemalsuan surat, dengan hukuman penjara selama – lamanya enam tahun.

(2) Dengan hukuman serupa itu juga dihukum, barangsiapa dengan sengaja menggunakan surat palsu atau yang dipalsukan itu seolah-olah surat itu asli dan tidak dipalsukan, kalau hal mempergunakan dapat mendatangkan sesuatu kerugian.

“ Khusus untuk ijazah, diluar KUHP sudah ada pengaturannya yakni pasal 69 ayat 1 UU nomor 20 tahun 2003 tentang sistem pemdidikan nasional yang mengatur bahwa setiap orang yang menggunakan ijazah, sertifikat komptensi, gelar akademik, profess, dan atau vokasi yang terbukti palsu dipidanakan dengan pidana penjara lima tahun dan atau pidana denda Rp. 500.000.000,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, gelar sarjana Strata–1 milik Anton Sudarmono salah satu calon anggota legislatif (Caleg) terpilih Partai Amanat Nasional (PAN) daerah pemilihan (Dapil) III Kabupaten Lampung Utara keabsahannya mencurigakan.

Anton Sudarmono maju sebagai calon anggota legislatif diduga menggunakan ijazah palsu untuk meloloskan pencalonannya pada pemilihan legislatif (Pileg) serentak yang digelar pada 17 April 2019.

Berdasarkan data yang dihimpun, Anton mendaftarkan dirinya sebagai caleg dari PAN mempergunakan ijazah Sarjana Ekonomi (SE) dari Universitas Darul Ulum Jombang.

Kendati demikian berdasarkan Surat Keterangan Keabsahan Ijazah nomor : 29/B/Undar/V/2013 menerangkan jika ijazah yang tercatat pada Universitas Darul Ulum Jombang fakultas ekonomi jurusan manajemen pada periode 2012/2013 menyatakan benar akan keabsahan ijazah milik Anton.

Namun berdasarkan data yang diperoleh wartawan www.nyokabar.com jika di lihat Surat Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Lembaga Pelayanan Pendidikan Tinggi Wilayah VII Nomor 1411/I.7/AK/2019 yang dikeluarkan pada tanggal 31 Mei 2019 yang lalu didalam surat tersebut menerangkan bahwa berdasarkan penelusuran terhadap data mahasiswa pada Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PD Dikti) Kemenristekdikti menerbitkan hasil ijazah An. Anton Sudarmono, NPM : 08606187, Prodi : Manajemen, PTS : Universitas Darul Ulum Jombang dinyatakan dengan keterangan bahwa Ijazah tersebut tidak terdata.

Didalam surat tersebut juga menyampaikan bahwa proses perkuliahan yang tidak sesuai ketentuan, ijazahnya tidak memiliki civil effect, artinya ijazah tersebut tidak berkekuatan hukum untuk digunakan melamar pekerjaan, kenaikan jabatan dan pembinaan karir.

Dugaan penggunaan ijazah palsu ini akan dilaporkan oleh Aliansi Pemuda Pemantau Pemilu Dapil III Lampura kepada aparat yang berwenang.

“ Kita akan laporkan masalah ini kepada Polres Lampura, dengan tuduhan pemalsuan dokumen. Kita juga akan sampaikan laporan kepada Bawaslu dan Komisi Pemilihan Umum, agar menunda penetapan yang bersangkutan sebagai caleg terpilih. Kemudian jika terbukti ijazah tersebut palsu yang bersangkutan harus mempertanggungjawabkannya secara hukum,” kata Ketua perwakilan Aliansi Pemuda Pemantau Pemilu Dapil III Lampura, Reza Ariyanto, Kamis (13/6/2010).

Laporan Wartawan Nyokabar.com : Diqin

Komentar via Facebook