Ijazah Strata-1 Milik Anton Sudarmono Di Duga Ijazah Palsu

User 7 | Kamis, 13 Juni 2019 | Dibaca: 1887 | Lampung Utara

Nyokabar Lampung Utara – Gelar sarjana Strata–1 milik Anton Sudarmono salah satu calon anggota legislatif (Caleg) terpilih Partai Amanat Nasional (PAN) daerah pemilihan (Dapil) III Kabupaten Lampung Utara keabsahannya mencurigakan.

Anton Sudarmono maju sebagai calon anggota legislatif diduga menggunakan ijazah palsu untuk meloloskan pencalonannya pada pemilihan legislatif (Pileg) serentak yang digelar pada 17 April 2019.

Berdasarkan data yang dihimpun, Anton mendaftarkan dirinya sebagai caleg dari PAN mempergunakan ijazah Sarjana Ekonomi (SE) dari Universitas Darul Ulum Jombang.

Kendati demikian berdasarkan Surat Keterangan Keabsahan Ijazah nomor : 29/B/Undar/V/2013 menerangkan jika ijazah yang tercatat pada Universitas Darul Ulum Jombang fakultas ekonomi jurusan manajemen pada periode 2012/2013 menyatakan benar akan keabsahan ijazah milik Anton.

Namun berdasarkan data yang diperoleh wartawan www.nyokabar.com jika di lihat Surat Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Lembaga Pelayanan Pendidikan Tinggi Wilayah VII Nomor 1411/I.7/AK/2019 yang dikeluarkan pada tanggal 31 Mei 2019 yang lalu didalam surat tersebut menerangkan bahwa berdasarkan penelusuran terhadap data mahasiswa pada Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PD Dikti) Kemenristekdikti menerbitkan hasil ijazah An. Anton Sudarmono, NPM : 08606187, Prodi : Manajemen, PTS : Universitas Darul Ulum Jombang dinyatakan dengan keterangan bahwa Ijazah tersebut tidak terdata.

Didalam surat tersebut juga menyampaikan bahwa proses perkuliahan yang tidak sesuai ketentuan, ijazahnya tidak memiliki civil effect, artinya ijazah tersebut tidak berkekuatan hukum untuk digunakan melamar pekerjaan, kenaikan jabatan dan pembinaan karir.

Dugaan penggunaan ijazah palsu ini akan dilaporkan oleh Aliansi Pemuda Pemantau Pemilu Dapil III Lampura kepada aparat yang berwenang.

“ Kita akan laporkan masalah ini kepada Polres Lampura, dengan tuduhan pemalsuan dokumen. Kita juga akan sampaikan laporan kepada Bawaslu dan Komisi Pemilihan Umum, agar menunda penetapan yang bersangkutan sebagai caleg terpilih. Kemudian jika terbukti ijazah tersebut palsu yang bersangkutan harus mempertanggungjawabkannya secara hukum,” kata Ketua perwakilan Aliansi Pemuda Pemantau Pemilu Dapil III Lampura, Reza Ariyanto, Kamis (13/6/2010).

Sementara itu Anton Sudarmono warga desa Skipi Kecamatan Abung Tinggi, Lampura cenderung enggan menjelaskan prihal tersebut. Beberapa kali ponselnya dengan nomor 0821868363XX dihubungi, meski dalam kondisi aktif tetapi tidak diangkat. Sebelumnya HP tersebut sempat diangkat oleh anak dan istrinya. Namun setelah disebutkan bahwa Radar Kotabumi ingin konfirmasi, HP tersebut tidak lagi diangkat. Begitu seterusnya hingga terhitung 5 kali penaggilan.

Laporan Wartawan Nyokabar.com : Diqin

Komentar via Facebook