Kasi Pidum Kejari Lampura Bantah Telah Tetapkan Tersangka Perkara DOP, BOK

User 7 | Kamis, 16 Mei 2019 | Dibaca: 141 | Lampung Utara

Nyokabar Lampung Utara – Kepala Seksi Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejaksaan Negeri Lampungn Utara, Sukma Frando membantah jika dirinya memberikan pernyataan di salah satu media online yang menyatakan dirinya telah menetapkan tersangka dalam perkara DOP, BOK Dinas Kesehatan Kabupaten setempat.  

" Saya tidak pernah mengeluarkan statmen penetapan tersangka kasus DOP, BOK dan JKN oleh kejari. Dan saya tidak pernah diwawancarai secara resmi terkait hal ini," tegas Kasi Pidum Kejari Lampura, Sukma Frando didampingi Kasie Intel, Hafiezd. Kamis (16/5/2019).

Namun demikian, dirinya tidak menampik jika dirinya Rabu malam (15/5/2019) bertemu dengan seorang wartawan. Dijelaskannya, pada saat pertemuan tersebut wartawan mempertanyakan langkah Kejari terkait polemik sertifikasi 2013 pada Dinas Pendidikan Lampura.

Lebih lanjut, Frando, mengatakan bahwa dirinya menjelaskan bahwa itu adalah kewenangan Inspektorat sepanjang belum ditemukan atau laporan terkait dugaan adanya tindak pidana korupsi.

" Kalo Jaksa, Polisi atau KPK melakukan penyelidikan itu harus ada indikasi korupsi terlebih dahulu. Dan masalah itu bukanlah bidang saya. Di Kejari ada bidang Intel, Pidsus, Datun, Pidum dan lain-lain," jelas Frando

" Yang jelas itu hanya mis koordinasi, saya tidak pernah mengeluarkan statmen itu. Jangankan untuk bidang lain, untuk bidang pidum saja saya tidak pernah mengeluarkan statmen kecuali ada delegasi langsung dari Kajari. Statmen ke publik itu melalui bidang intel," tegas Frando.

Di tempat yang sama, Kasie Intel, Hafiezd juga menegaskan bahwa Kejaksaan melalui Kasie Pidum tidak pernah mengeluarkan statmen terkait penetapan tersangka DOP, BOK dan JKN.

" Setelah saya tanyakan, bahwa Kasie Pidum tidak pernah mengeluarkan statmen terkait itu. Menanggapi berita bohong yang viral itu kita akan berkoordinasi dengan pimpinan sebagai tindaklanjutnya apakah melapor (langkah hukum) atau gimana," tukasnya

Laporan Wartawan Nyokabar.com : Diqin

Komentar via Facebook