Bupati Loekman Resmikan Penggilingan Padi di Kampung Rejo Asri

Nyokabar | Selasa, 19 Februari 2019 | Dibaca: 82 | Lampung Tengah

Nyokabar.com, Lampung Tengah - Bupati Lampung Tengah Loekman Djoyosoemarto meresmikan Penggilingan Padi dan Produksi Padi Sehat Gasera  Binaan PT Bank Syariah Mandiri bersama Lembaga Amil Zakat (Laznas) Berdaya Sejahtera Mandiri Umat, Senin (18/02/2019).

Loekman mengatakan, dengan adanya program Padi Sehat tersebut tentunya sangat menguntungkan Pemerintah Daerah dan para petani, sehingga kesejahteraan masyarakat petani Kampung Rejo Asri, Kecamatan Seputih Raman dapat meningkat.

Produk Padi Sehat ini juga, lanjut bupati, tidak mengandung bahan Kimia, dan lebih baik untuk kesehatan. Sehingga para petani lainnya bisa mencontoh program tersebut untuk diterapkan di daerah nya masing-masing.

“Saya juga minta dedak hasil penggilingan Beras Sehat jangan di jual tempat lain, kita akan ambil untuk program pembuatan pakan ikan, nanti koordinasi dengan Dinas Perikanan dan Peternakan Lampung Tengah. Saya kira dengan memakai dedak dari Padi Sehat pasti akan baik untuk budidaya ikan,” ungkapnya.

Sementara Direktur Mandiri Syariah, Putu Rahwidhiyasah menjelaskan, peluncuran Desa Berdaya Sejahtera Mandiri di Desa Rejo Asri merupakan program yang dilakukan dalam upaya penguatan ekonomi, sosial dan lingkungan melalui pengembangan sumberdaya lokal.

“Desa Berdaya Sejahtera Mandiri juga merupakan salah satu kontribusi Mandiri Syariah sebagai upaya mendukung pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan nasional,” terang Putu.

Lanjutnya, Mandiri Syariah juga senantiasa berusaha menyelaraskan antara kepentingan ekonomi (profit), sosial, dan lingkungan hidup (planet), sehingga mampu mendorong terciptanya pertumbuhan yang berkelanjutan.

“Semoga keberadaan Desa Berdaya Sejahtera Mandiri ini memberi manfaat bagi petani, dan apa yang kami lakukan menjadi berkah bagi negeri,” harap nya.

Program Desa Berdaya Sejahtera Mandiri pada tahun ini menyasar sektor pertanian dengan memberdayakan kelompok-kelompok tani melalui pengembangan klaster usaha agribisnis (hulu-hilir). Ada 100 orang petani sebagai pemetik manfaat (mustahik) di Desa Rejo Asri ini dengan luas lahan 25 Ha dari total luas lahan pertanian di lokasi program seluas 670 Ha.

Adapun total biaya yang dikeluarkan untuk program ini sekitar Rp.3,7 miliar dengan jangka waktu selama dua tahun. Penguatan usaha pertanian yang akan dilakukan, yaitu mengembangkan pola pertanian ramah lingkungan (pertanian sehat) sebagai upaya menjaga sistem pertanian yang berkelanjutan.

Secara umum konsep pertanian sehat saat ini terus didorong pengembangannya di seluruh dunia yang dilakukan melalui pendekatan “Good Agricultural Practices” (GAP).

“Dan secara mendasar konsep pertanian sehat merupakan sebuah proses dalam budidaya tanaman yang memprioritaskan pada penggunaan bahan-bahan alami yang ramah lingkungan, efisien (mudah-murah) namun tetap dapat menjaga produktivitas serta kualitas hasil pertanian.” tutupnya.

Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan dan Holtikultura Lampung Tengah, Edi Daryanto menyambut baik program Desa BSM yang diluncurkan Mandiri Syariah, karena bisa mendorong peningkatan kesejahteraan petani untuk menghasilkan pangan sehat.

Ia menjelaskan, Kabupaten Lampung Tengah merupakan daerah yang mempunyai areal tanam padi cukup luas mencapai 82.000 ha, dan yang terbesar berada di Kecamatan Seputih Raman seluas 7.025 ha.

Pihaknya terus mendorong petani untuk melaksanakan budidaya padi sehat, yang telah dilakukan di beberapa titik di Lampung Tengah, salah satunya di Desa Rejo Asri.

“Kami harapkan apa yang telah dilakukan oleh Gapoktan Subur Asri bersama Syariah Mandiri bisa dicontoh oleh petani atau kelompok petani lainnya untuk mengembangkan pertanian sehat.” serunya.*

Komentar via Facebook