Peternak Sapi Lamteng Diharapkan Dapat Bermitra Dengan Pihak Ketiga

Nyokabar | Kamis, 06 Desember 2018 | Dibaca: 174 | Lampung Tengah

Nyokabar.com Lampung Tengah - Para petani ternak sapi di Lampung Tengah (Lamteng), diharapkan dapat lebih membuka wawasan, mengembangkan usahanya dengan cara bermitra, baik dengan perusahaan pemilik modal ataupun dengan pihak perbankan.

Harapantersebut disampaikan Bupati Lamteng, Loekman Djoyosoemarto, pada acara Launching Kampung Ternak, di Kampung Sanggabuana, Kecamatan Seputihbanyak, Kamis (6/12/2018), yang dihadiri Kepala Dinas Peternakan dan Perkebunan (Disnakbun) Lamteng, Taruna Bifi Koprawi, dan sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lainnya.
 
 "Saya harap, dengan ditetapkannya Kampung Sanggabuana sebagai kampung ternak, dapat membuka peluang kemitraan antara peternak dengan perusahaan, yang bergerak dibidang peternakan serta dunia perbankan," harap
 
Menurutnya, melalui kampung ternak dapat ditingkatkan semangat gotong royong, untuk menaikan pendapatan peternak,  guna mengatasi berbagai persoalan perekonomian, seperti kemiskinan dan pengangguran.
 
“Kita perlu menyadari, Lamteng memiliki potensi yang besar, khususnya dibidang peternakan dan menjadi lumbung ternak di Provinsi Lampung, pada bulan Desember 2018 ini, Pemerintah Provinsi Lampung memberikan apresiasi berupa piagam penghargaan,” kata dia.
Loekman menjelaskan, perkembangan dan kemajuan di bidang peternakan, indikatornya dengan melihat jumlah pertumbuhan populasi ternak. Dan berdasarkan data Disnakbun Lamteng, pada tahun 2017 terdapat sebanyak 208.472 ekor, dan data hingga Oktober 2018, jumlahnya telah mencapai 268.138 ekor, ada peningkatan populasi mencapai 59.666 ekor.
 
"Bila potensi peternakan yang ada di Lamteng terus digali, maka bidang peternakan akan semakin banyak memberi kontribusi positif bagi peningkatan kesejahteraan petenak," katanya.
 
Kepala Disnakbun Lamteng, Taruna Bifi Koprawi mengatakan, pada tahun 2018, Lamteng mendapatkan bantuan bibit kawin suntik sebanyak 45 ribu ekor, dan memiliki 50 orang petugas Inseminasi Buatan (IB), yang tersebar di 28 Kecamatan.*

Komentar via Facebook