Ribuan Petani Lamteng Kecewa, Rembuk Perhiptani Batal

Admin | Jumat, 28 September 2018 | Dibaca: 222 | Lampung Tengah

Nyokabar.com, Lampung Tengah - Lantaran tak kunjung dimulai, ribuan masyarakat petani di Kabupaten Lampung Tengah (Lamteng), yang telah berkumpul Nuwo Balak, Gunungsugih, untuk mengikuti acara rembuk Madya Perhimpunan Penyuluh Pertanian Indonesia (Perhiptani), kecewa dan membubarkan diri masing-masing.

Acara rembuk bertema “Dengan Semangat Gotong Royong” Kamis (27/9/2018), yang sedianya dimulai pukul 13.00 Wib. namun hingga pukul 15.00 Wib. tidak juga dimulai. Padahal ribuan petani yang telah hadir disana, berangkat dari kediamannya masing-masing, dengan menempuh jarak jauh yang berujung kecewa.

Sarwono (42) petani asal Kecamatan Sendangagung mengaku, dirinya bersama temannya yang lain, sudah tiba di Nuwo Balak sekitar 11.00 Wib. Menurut informasi yang diterimanya, acara belum akan dimulai sebelum Bupati Loekman tiba disana, namun hingga pukul 15.00 Wib., belum juga hadir.

“Capek mas, dari jam 11 tadi saya datang disini, acaranya nggak dimulai-mulai. Katanya nunggu Bapak Bupati Loekman, tapi tak juga datang-datang,” keluhnya.

Petani sawah ini menambahkan, mestinya pihak penyelenggara harus dapat memastikan kegiatan tidak akan kendala, apalagi kegiatan melibatkan masyarakat petani.

“Kalau kayak gini nggak usah datang. Kerjaan di rumah juga banyak,” ungkapnya sambil berlalu naik motor.

Ketua Perhiptani Lamteng, Zulkifli yang ditemui di Nuwo Balak mengatakan, jumlah petani anggota Perhiptani yang hadir disana sekitar seribu orang. Ia sendiri mengaku tidak tahu, mengapa Bupati Loekman tidak hadir dalam acara tersebut.

Seyogyanya, acara rembug Madya digelar, untuk membahas berbagai program prioritas, yang akan dilaksanakan Perhiptani, dalam rangka meningkatkan kesejahteraan petani, khususnya petani di Lampung Tengah.

“Rembug Madya Perhiptani ini, untuk menyatukan langkah para petani se-Lampung Tengah, dalam rangka meningkatkan kesejahteraan petani dan mendukung program pemerintah,” katanya.*

Komentar via Facebook