Parpol Telat Setor LADK, Ini Keterangan KPUD dan Bawaslu Lampung Utara

User 7 | Senin, 24 September 2018 | Dibaca: 131 | Lampung Utara

Nyokabar Lampung Utara - Memasuki tahapan Laporan Awal Dana Kampanye (LADK), tercatat satu partai politik (Parpol) hingga batas waktu akhir penyetoran LADK, Minggu (23/9/2018) pukul 18.00 WIB belum menyetor ke Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Lampung Utara (Lampura).

Namun hal itu di bantah oleh Komisioner KPUD Lampung Utara (Lampura) Divisi Hukum, Tedi Yunada saat dikonfirmasi awak media di ruang kerjanya. Senin (24/9/2018).

” Semua menyerahkan, tidak ada yang terlambat. Semua ada daftarnya di bidang teknis,” ujar Tedi Yunada kepada awak media. Senin (24/9/2018)

Tidak hanya itu, dirinya juga membantah jika ada partai politik yang hanya menyetorkan nama bahwa mereka sudah hadir ke KPUD tersebut, namun tidak membawa bukti laporan awal dana kampanye yang diminta.

” Tidak begitu, yang ada mereka telah menyetorkan laporan namun, tidak lengkap,” katanya.

Saat ditanya, terkait berkas apa saja yang tidak lengkap, Tedi menyebut, kurang lengkapnya berkas tersebut, seperti Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), dan sejumlah berkas lainnya.

” Dari 16 parpol peserta pemilu, hanya partai Demokrat yang lengkap sejak awal. Karena mereka cerewet, dan banyak ingin tahu tentang LADK ini. Selain itu, semuanya memperbaikinya,” tukasya.

Diketahui sebelumnya, hingga waktu batas akhir penyetoran LADK pukul 18.00 WIB, Minggu(23/9) tercatat, satu partai politik(parpol) terlambat menyetor ke KPUD Lampura. Parpol dimaksud yakni Partai Keadilan Persatuan Indonesia(PKPI).

Meski membenarkan, adanya parpol yang terlambat menyetor LADK ke KPUD Setempat, Badan Pengawas Pemilu(Bawaslu), masih memberi kelonggaran terlebih hanya sebatas keterlambatan dalam hal administratif.

Anggota Bawaslu Lampura Divisi Pengawasan Abdul Kholik menyatakan, pihaknya bersama KPUD memaklumi bila ada parpol yang terlambat menyerahkan LADK. Meski begitu, dia berharap ke depan setiap parpol peserta pemilu dapat tepat waktu dalam melaksanakan setiap tahapan yang ada.

” Semua sudah menyerahkan, namun memang ada parpol yang terlambat, lewat-lewat dikit lah(dari ketentuan yakni pukul 18.00 WIB, Red). Tapi, kita maklumi saja. Jangan sampai membuat keputusan yang menggugurkan parpol peserta pemilu, terlebih soal administrasi. Kita coba hargai hak mereka. Mereka juga hargai aturan yang ada, ” ujarnya sekitar pukul 19.12 WIB, Minggu (23/9) malam.

Terkait konsekwensi bila tidak menyerahkan rekening awal dana kampanye, Kholik mengatakan, akan dilakukan diskualifikasi terhadap parpol peserta pemilu itu.”Artinya, ya sesuai dengan pasal 338 undang-undang 07/2017, yakni di-diskualifikasi, atau dinyatakan batal menjadi peserta pemilu, pada wilayah yang bersangkutan,”katanya. 

 Sementara itu, Ketua DPK PKPI Lampura Dedi Andrianto, membenarkan pihaknya sedikit mengalami keterlambatan dalam penyerahan rekening awal dana kampanye tersebut.

” Keterlambatan itu bukan disengaja. Kita sudah perintahkan staf untuk mengantarkannya tepat waktu,”katanya.

Meski begitu dia menyatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan KPUD dan Bawaslu terkait dengan keterlambatan tersebut. Jika ada kekurangan, tentu pihaknya akan segera melakukan perbaikan.” Sampai tanggal 27 (September, Red) nanti, kalau tidak salah masa perbaikannya,”pungkas Dedi.

Berdasarkan data yang berhasil dihimpun dari KPUD Setempat, sekitar pukul 18.06 WIB, diketahui penyerahan LADK PKB tercatat pukul 15.35 WIB, Partai Gerindra 13.40 WIB, PDIP pukul 17.15 WIB, Golkar 16.10 WIB, Nasdem 16.25 WIB, Garuda 15.20 WIB, Berkarya 15.20 WIB, PKS 16.45 WIB, Perindo 14.22 WIB, PPP 16.00 WIB, PSI 17.00 WIB, PAN 15.00 WIB, Hanura 15.30 WIB, Demokrat 17.30 WIB, dan PBB 14.35 WIB.

Laporan Wartawan Nyokabar.com : Diqin

Komentar via Facebook