Tindak Lanjuti Hasil Survei Di Makam Minak Trio Diso, Komisi III DPRD Lampura Undang Kementerian ESDM Provinsi Lampung

User 7 | Jumat, 14 September 2018 | Dibaca: 118 | Lampung Utara

Nyokabar Lampung Utara – Dalam rangka menindaklanjuti hasil survie di lokasi cagar budaya makam Minak Trio Diso yang dilakukan pada tahun 2017 lalu. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lampung Utara (Lampura) dan Kementerian ESDM Provinsi Lampung serta dinas terkait akan menggelar rapat bersama.

Demikian yang diungkapkan Wakil Ketua II DPRD setempat, Herwan Mega usai melaksanakan Paripurna pembahasan KUA-PPAS di gedung DPRD Lampura.

“ Rapat ini dilakukan untuk menindaklanjuti dari hasil survey yang dilakukan bersama dengan pihak ESDM Provinsi di lokasi tambang batu di Desa Skipi, Kecamatan Abung Tinggi beberapa waktu lalu,” kata Herwan Mega, Jumat (14/9/2018).

Dikatakan Herwan, alasan pihaknya baru menindak lanjuti survey tersebut, hal ini di karenakan Kabupaten Lampung Utara pada awal tahun 2018 disibukan dengan agenda Pilkada. Oleh sebab itu, kata dia  DPRD tidak ingin permasalahan seputar Makan Minak Trio Diso dipolitisir ke ranah politik.

" Rapat ini akan dilaksanakan oleh Komisi III DRPD Lampura, dan akan melibatkan pihak Kementerian ESDM Provinsi Lampung, BLH, dan Dinas insansi terkait, dan apa hasil dari pihak ESDM belum kita ketahui, karena surat itu belum turun sampai dengan sekarang, sementara surat itu berisikan teguran atau sanksi dari pihak ESDM," ujarnya.

Lebih lanjut, politisi partai Demokrat ini mewngatakan, bahwa surat dari Kememterian ESDM tersebut adalah tindak lanjut dari hasil dilapangan. Karena, lanjut dia, hasil Dinas Kementerian ESDM Provinsi Lampung bersama Badan Lingkungan Hidup (BLH), Dinas PU dan Komisi III DPRD Lampung Utara saat meninjau aktivitas tambang batu di Desa Skipi, Abung Tinggi tahun 2017 yang lalu, bila terjadi pembiaran maka akan berdampak pada Cagar Budaya Makam Minak Trio Diso cikal bakal masyarakat Lampung Abung.

Apalagi, terang dia, masyarakat kabupaten Lampung Utara khususnya masyarakat Lampung Abung mendengar informasi bahwa situs bersejah tersebut mengalami kerusakan yang diakibatkan oleh getaran pengeboman.

“ Namun kabar tersebut dapat diluruskan karena kenyataannya sedang dalam proses perbaikan dan hal itu juga sedang dipelajari oleh pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lampura,”

Terlebih, tegas dia, di lokasi sekitar makam bersejarah itu sudah jelas terpasang plang yang berisikan larangan. Dimana dalam palang tersebut bertuliskan, “ Barang siapa dengan sengaja merusak benda cagar budaya dan situs serta lingkungannya atau membawa, memindahkan, mengambil, mengubah bentuk dan/atau warna, memugar atau memisahkan benda cagar budaya tanpa izin dari pemerintah sebagaimana dimaksud dalam pasal 15 ayat (1) dan ayat (2) dipidana dengan pidana penjara selama-lamanya 10 tahun dan/atau denda setinggi-tingginya Rp100.000.000 (Pasal 26 Undang-undang Nomor 5 Tahun 1992).

Disamping itu juga, Herwan mengatakan, DPRD Kabupaten Lampura akan mempertanyakan dengan pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan terkait kabar perehapan atau pembugaran yang dilakukan oleh masyarakat terhadap makam Minak Trio Diso.

“ Jika ada pembugaran atau direhab, saharusnya hal itu melalui mekanisme dan aturan dan persetujuan pihak dinas  sebelum pembugaran itu dilakukan. Makam Minak Trio Diso ini sudah ditetapkan oleh Pemerintah Pusat sebagai situs sejarah. “ tukasnya.

Laporan Wartawan Nyokabar.com : Diqin

Komentar via Facebook