Bentuk Tim, Jimi Irawan : Makam Minak Trio Diso Rusak Akibat Pengeboman, Itu Tidak Benar

User 7 | Kamis, 13 September 2018 | Dibaca: 241 | Lampung Utara

Nyokabar Lampung Utara – Beredar informasi sesat di sosial media (Sosmed) adanya kerusakan pada Makam Minak Trio Diso leluhur masyarakat Lampung Abung yang terletak di Desa Skipi Kecamatan Abung Tinggi Lampung Utara (Lampura), Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) kabupaten setempat membentuk tim cek and ricek.

Informasi meneyesatkan ini, diposting di media sosial Facebook oleh akun atas nama Alliffando. Dimana dalam postingan tersebut Alliffando memposting foto makan Minak Trio Diso dengan keterangan “ Sangat memperhatikan cagar budaya di Lampura in, rusak berat akibat oknum2 yang yg tidak bertanggung jawab, mhn perhatian aparat terkait ,di mna tnggung jawab ny, in lokasi makam Minak trio diso sekipi abng tinggi, akibat pengeboman batu, km asli putra Abung siwo migo sngt prhtin ,melihat in,”

Ketua PWI Lampura, Jimmi Irawan, mengatakan bahwa langkah yang dilakukan ini untuk mengetahui kebenaran sebuah informasi yang menyebar luas dan akan berdampak sosial sampai di isu-isu negatif atau sara dapat diluruskan melalui media masa tempat masing-masing wartawan bekerja dan yang berada di PWI. 

" Mendengar informasi ini, kami turun langsung ke lokasi, dan kita dapat mengetahui kebenaran apa kabar yang disebar luaskan oleh masyarakat itu benar atau tidaknya," kata Jimi Irawan saat melihat langsung kondisi makam Minak Trio Diso, di Desa Skipi, Abung Tinggi, Lampung Utara, Kamis (13/9/2018).

Dijelaskannya, tujuan dibentuk tim tersebut dalam menyikapi kabar yang disampaikan oleh salah seorang warga melalui facebook yang meminta pihak-pihak terkait untuk menyelidiki permasalahan yang terjadi pada makam leluhur tersebut.

Dikatakan Jimi, sebagai penyampai informasi wartawan haruslah jeli sebelum menyajikan kabar kepada kalayak ramai. Untuk itu, lanjutnya khusus wartawan yang berada di PWI harus lebih teliti lagi. Hal tersebut mengingat perkembangan jaman digital ini akan banyak yang dimanfaatkan oleh jejaring medsos baik itu tentang hal-hal positif maupun sebaliknya.

" Sebagai wartawan haruslah bertanggungjawab atas informasi yang telah disampaikannya, dan kabar berita itu haruslah mengedepankan segala unsur. Seperti tidak adanya interpensi dari piihak lain atau berita yang mengandung unsur sara, karena itu akan berdanpak luas," ujaranya.

Jimi menegaskan, bahwa informasi yang di posting oleh akun Alliffando yang menyatakan makam Minak Trio Diso rusak akibat dari pengeboman perusahaan batu yang berada disekitar makan tersebut tidaklah benar. Karena makam Minak Trio Diso itu saat ini tengah dalam tahap renovasi oleh warga. Namun untuk kepastiannya pihak kepolisian daerah setempat juga tengah melakukan penyelidikan.

" Dari hasil pantauan dan konfirmasi dengan warga itu masih dalam proses perbaikan, tapi untuk lebih jelasnya pihak kepolisian yang tengah melakukan penyelidikan," tukasnya.

Laporan Wartawan Nyokabar.com : Diqin

Komentar via Facebook