Loekman Ajak Ibu-ibu Ciptakan Inovasi Menu Pangan

Admin | Kamis, 13 September 2018 | Dibaca: 188 | Lampung Tengah

Nyokabar.com Lampung Tengah -  Wakil Bupati (Wabup) Lampung Tengah (Lamteng) Loekman Djoyosoemarto, mengajak para ibu rumah tangga, untuk menciptakan beragam inovasi menu pangan non beras, agar tidak ketergantungan dengan makanan pokok berbahan beras.

Menurutnya, pangan yang baik adalah pangan yang beragam jenisnya, bergizi seimbang dan aman. Untuk itu, semua pihak diajak untuk tidak ketergantungan pada satu jenis pangan beras, dengan memanfaatkan pangan lain untuk konsumsi sehari-hari.

Hal ini disampaikan Wabup Lamteng, Loekman Djoyosoemarto saat membuka kegiatan lomba cipta menu, yang berlangsung di gedung Sesat Agung Nuwo Balak, Gunungsugih, Rabu (12/9/2018).

Wabup juga meminta, agar disetiap kegiatan pemerintah daerah, dapat menyuguhkan hidangan makanan berbahan pangan lokal, kepada para OPD terkait juga diminta memfasilitasi Kelompok Wanita Tani (KWT) yang telah terlatih, agar dapat bekerjasama dengan dunia usaha, sehingga produknya dapat dipasarkan dengan baik.

“Saya minta semua kegiatan pemerintahan, selalu menyuguhkan makanan berbahan pangan lokal, termasuk di pemerintahan kecamatan dan kampung, harus menyuguhkan makanan berbahan lokal hasil produksi KWT setempat,” harapnya.

Terkait dengan kegiatan ini, Wabup Loekman meminta para KWT, agar terus eksis dan selalu berkreasi menciptakan menu makanan berbasis bahan pangan lokal. Menurutnya, pelatihan tidak akan ada gunanya, kalau hanya digunakan pada acara lomba saja.

“Saya minta KWT bisa terus berkreasi, jangan eksis kalau ada lomba saja. Yang terpenting adalah keberlanjutan dalam menciptakan makanan berbahan pangan lokal,” pintanya.

Sementara itu Kepala Badan Ketahan Pangan (BKP) Lamteng, Jumali mengatakan, tujuan dilaksanakan lomba cipta menu berbasis pangan lokal, adalah untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat, akan pentingnya konsumsi pangan yang beragam, bergizi seimbang dan aman, serta mendorong dan meningkatkan kreatifitas masyarakat, dalam mengembangkan dan menciptakan menu berbasis sumber daya lokal.

Selain itu, sambung Jumali, kegiatan ini juga untuk mendorong bahan pangan lokal non beras seperti umbi-umbian, untuk bisa dimanfaatkan sebagai bahan utama kue tradisional, sehingga berdampak pada penurunan konsumsi beras.

Dijelaskan juga, konsep lomba cipta menu, menggunakan bahan dasar non beras, seperti buah labu, ketela, kentang, singkong, jagung dan jenis pangan lokal lainnya, yang nantinya akan diolah menjadi aneka jajanan kering dan basah.

“Lomba cipta menu ini hanya diikuti para anggota KWT yang ada di 25 kecamatan, ada 3 kecamatan yang tidak mengirimkan pesertanya. Nantinya, pemenang akan mewakili Lamteng pada even lomba yang diadakan oleh Pemerintah Propinsi Lampung,” pungkas Jumali.*

Komentar via Facebook