Napi Lapas Gunungsugih Deklarasi Hapus Buta Huruf Alqur’an

Admin | Rabu, 12 September 2018 | Dibaca: 213 | Lampung Tengah

Nyokaba.com, Lampung Tengah - Banyak hal positif yang dapat dilakukan, dengan memanfaatkan moment pergantian tahun baru Islam 1 Muharam 1440 H.-2018 M., seperti yang dilakukan para Narapidana (Napi) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Gunungsugih, mendeklarasikan “Hapus Buta Huruf Alqur’an”.

Kegiatan ini salah satu Nawacita Presiden RI. yaitu meningkatkan kualitas hidup manusia, dengan revolusi karakter bangsa, memperteguh kebhinekaan dan memperkuat restorasi social, serta meningkatkan kualitas keimanan dan ketaqwaan kepada Allah Subhanahuwata’ala Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).

Lapas Gunungsugih mengadakan do’a bersama, dalam rangka menyambut tahun baru islam 1440 H. Demikian, disampaikan Pelaksana Harian (Plh) Kepala Lapas Gunungsugih, Rizwan saat membuka acara do’a bersama, yang berlangsung di Masjid Alfurqon dalam Lapas, Senin (10/9/2018).

Event yang rutin dilakukan setiap menyambut tahun baru Islam ini, telah masuk tahun ke lima, yang diadakan di Lapas Gunungsugih, dan menjadi bagian Syiar Islam dalam usaha memperbaiki diri. Tahun 2018 ini ada program unggulan Dirjen Pemasyarakatan, yaitu dengan mendeklarasikan “Hapus Buta Huruf Alqur’an” bagi WBP.

“ini adalah event rutin setiap memasuki tahun baru islam. Khusus tahun ini temanya deklarasi hapus buta huruf Alqur’an, sebagai salah satu usaha kami dalam syiar Islam, yang sebelumnya sudah diresmikan Pondok Pesantren Al Furqon” jelas Rizwan. 

Ditambahkan Rizwan, pihaknya telah menerima 20 bantuan kitab suci Alqur’an dari Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Lampung, yang langsung telah di distribusikan ke Pondok Pesantren WBP, ini guna sebagai sarana penunjang belajar membaca, menulis dan memahami Alqur’an.

Deklarasi Hapus Buta Huruf Alqur’an ini, merupakan wujud kesadaran akan pentingnya membaca Alqur’an. Edukasi melek huruf Alqur’an ini, merupakan pelaksanaan program pembinaan kepribadian, dalam bentuk pendidikan spiritual.

“Alqur’an adalah pedoman untuk seluruh manusia, dengan deklarasi ini, bertujuan menuntun WBP dalam menyadari kesalahannya, sehingga dapat memperbaiki akhlak mereka, karena itulah tujuan dari sistem pemasyarakatan kita,” pungkas Rizwan. *

Komentar via Facebook