Loekman : Saya Tidak Suka Dengan Laporan ABS

Admin | Kamis, 06 September 2018 | Dibaca: 310 | Lampung Tengah

Nyokabar.com, Lampung Tengah - Wakil Bupati (Wabup) Lampung Tengah (Lamteng), Loekman Djoyosoemarto menyatakan, dirinya paling tidak suka dengan laporan, yang disampaikan oleh aparat dan pejabat bawahannya bersifat kamuflase, atau istilah Asal Bapak Senang (ABS).

“Saya tidak suka dengan laporan yang disampaikan, tidak sesuai dengan kenyataan dilapangan. Makanya dalam setiap kesempatan, saya selalu turun ke bawah untuk melihat langsung,” ujarnya, Rabu (5/9/2018).

Pernyataan ini disampaikan Wabup Loekman, pada acara penyerahan mesin penggilingan tiwul (Run Culler), kepada Kelompok Wanita Tani (KWT) Kampung Sumberkaton, Kecamatan Seputih Surabaya. Wabup berharap, dengan adanya KWT ini, kaum ibu-ibu memiliki aktifitas positif, yang bermanfaat bagi semua.

Selain menyerahkan Run Culler, Wabup juga menyerahkan satu set mesin penggilingan tepung, yang dapat dikelola secara bersama-sama oleh KWT. Dengan kedua peralatan tersebut, para ibu rumah tangga yang tergabung dalam KWT lebih bersemangat, disamping mengembangkan usaha yang ada, juga mencari terobosan lainnya.

“Saya berharap, agar bantuan peralatan yang telah ada ini, dapat dirawat dengan baik, hasilnya juga hendaknya dikelola dengan bersama-sama, sehingga hasilnya juga dapat dirasakan bersama,” harapnya.

Wabup Loekman menambahkan, semua anggota KWT disana membudayakan kerja gotong royong, menurutnya budaya tersebut bukan hanya milik kaum laki-laki, perempuan juga bisa melakukannya, namun tentu dengan cara yang berbeda, salah satunya melalui usaha bersama.

Ketua KWT Sumberkaton, Rini menyampaikan terimakasihnya, atas kehadiran Wabup Lamteng ke lokasi usaha KWT miliknya. Ia juga mengadukan beberapa hal, yang masih menjadi kendala dalam pengembangan usaha KWT, salah satunya usaha pembesaran kolam darat ikan lele, karena belum memiliki sumur bor.

“Kami ucapkan terima kasih kepada Bapak Wakil Bupati, yang sudi hadir di kediaman kami, dengan memberikan peralatan untuk pengembangan usaha KWT. Sejauh ini beberapa usaha kami masih berjalan, tapi untuk kolam ikan lele ada kendala, karena kami belum memiliki sumur bor,” aku Rini.*

Komentar via Facebook