Luncurkan e-Grower, GGF Dukung Aktifitas Petani Kemitraan Modern

Nyokabar | Jumat, 31 Agustus 2018 | Dibaca: 187 | Lampung Tengah

Luncurkan e-Grower, GGF Dukung Aktifitas Petani Kemitraan Modern

Launching e-Grower oleh Direktur Produksi GGF Ir. Wayan Ardana, Asc. Direktur GOFF Ir. Supriono Loekito, dan Officer Kawasan Berikat Ir. Widiani Maya Putri. Senin 26 Agustus 2018 di Training Center GGF Lampung Tengah. (poto : Hidayatullah GGPC)

Nyokabar GGF. e-Grower merupakan aplikasi yang mendukung aktivitas pertanian modern. Sistem ini diluncurkan oleh manajemen Great Giant Foods (GGF) kepada petani program kemitraan yang tergabung dalam Koperasi Tani Hijau Makmur Pekon Sumber Mulyo Kecamatan Sumberejo Tanggamus.

Launching dilaksanakan pada Senin 26 Agustus 2018 di Training Center GGF dihadiri oleh Direktur Produksi GGF Ir. Wayan Ardana, Asc. Direktur GOFF Ir. Supriono Loekito, dan Officer Kawasan Berikat Ir. Widiani Maya Putri.

Keesokan harinya pada Selasa 27 Agustus 2018 dilakukan penyerahan handphone android e-Grower oleh Asc. Direktur GOFF Ir. Supriono Loekito kepada ketua Gapoktan Tani Makmur M. Nur Soleh, sebanyak 15 unit kepada perwakilan kelompok tani.

Supriono Loekito menjelaskan, dari sini (e-Grower) kita bisa melihat banyak manfaat bagi petani maupun perusahaan. Program ini juga menjadi alat komunikasi dari kegiatan pertanian yang terpadu. Tujuannya untuk bersama-sama meningkatkan kemakmuran masyarakat tani.

”e-Grower menjamin adanya keterbukaan informasi. e-Grower juga menjadi alat kontrol pengendali penuh terhadap material produksi, packing, dll, bisa dikendalikan dari aplikasi ini. Intinya ada kemudahan informasi yang lebih cepat dari aplikasi ini seputar apa yang dikerjakan petani dalam program kerja sama contract grower ini.

 

Launching e-Grower oleh Direktur Produksi GGF Ir. Wayan Ardana, Asc. Direktur GOFF Ir. Supriono Loekito, dan Officer Kawasan Berikat  Ir. Widiani Maya Putri. Senin 26 Agustus 2018 di Training Center GGF Lampung Tengah. (poto : Hidayatullah GGPC). 

 

Direktur Produksi GGF Ir. Wayan Ardana menyambut baik program e-Grower ini. “Ini tentunya perubahan teknologi yang diingkan dari stekholder baik dari petani, perusahaan, perbankan dan bea cukai dalam hal akurasi data.

e-Grower secara sistem bagus dan manajemen sangat mengapresiasi sehingga lahir e-Grower. Sehingga semua yang nanti dilakukan akan lebih maksimal karena kelebihan dari e-Grower itu terintegrasi dengan kawasan berikat.

“Dengan e-Grower tinggal buka aplikasi lihat apa yang dibutuhkan semua ada di situ. Informasinya sangat cepat. Semakin cepat informasi semakin cepat juga mengambil keputusan,” jelasnya..

e-Grower juga bisa menjadi bahan review bagi petani dan juga perusahaan GGF sebagai partner petani punya tanggung jawab moral. Ini juga bisa dikatang sebagai program SCR kepada masyarakat.

 

e-Grower Aplikasi Petani

 E-Grower adalah sebuah aplikasi yang membantu petani dalam menjalankan proses pertanianya. Apa saja yang dikerjaka dalam e-Grower dan metode implementasinya bisa dikatakan sebagai agen yang diturunkan langsung ke lapangan untuk membimbing petani untuk dapat menggunakan sistem ini.

Rumusan kerja e-Grower akan diatur oleh perusahaan yang mempunyai kontrak kerja dengan petani. Rumusan itu adalah baku yang harus diikuti oleh petani. Rumusannya sama dan aturan mainnya pun sama. Mungkin hanya waktunya saja yang beda disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan.

“Semua dari perusahaan mengingat pengalaman teknologi yang memadai untuk mendapatkan rumusan tersebut,” ungkap Paul V. Souhuwat selaku Senior Bussines Consultant.

 

Penyerahan handphone android e-Grower oleh Asc. Direktur GOFF Ir. Supriono Loekito kepada ketua Gapoktan Tani Makmur M. Nur Soleh, sebanyak 15 unit kepada perwakilan kelompok tani. Selasa 27 Agustus 2018. (poto : Hidayatullah GGPC). 

 

Intinya, lanjut Paul, e-Grower sama-sama mendapatkan pertumbuhan ekonomi yang lebih baik. Petani dengan bantuan ‘teknologi’ dari perusahaan akan menghasilkan produk-produk yang berkualitas lebih baik dan kuantitasnya juga lebih besar. Dengan peningkatan kualitas dan kuantitas tentunya akan ada nilai yang bertambah. Disinilah perusahaan sebagai pembeli produk hasil pertanian e-Grower akan mendapatkan hasil yang lebih baik.

Selama ini dengan metode manual walaupun sudah berjalan dan sudah ekspor. Namun dengan metode manual ada jangkauan yang terbatas karena harus ada mekanisasinya untuk itu diupayakan ‘dikawinkan’ antara pengalaman perusahaan di contract grower selama ini dikawinkan dengan teknologi.

Adanya program ini diharapkan bisa menyebar luas ke petani sehingga menghasilkan produk-produk kemitraan yang lebih baik dan berkualitas ekspor dan kuantitasnya bisa lebih meningkat. (*)

Komentar via Facebook