Siapkan Sejuta Kopi Unggul, Distan Kepahiyang Dukung Program Agrowisata Kampung Kopi

Nyokabar | Kamis, 16 Agustus 2018 | Dibaca: 196 | Ekonomi

Siapkan Sejuta Kopi Unggul, Distan Kepahiyang Dukung Program Agrowisata Kampung Kopi

Kabid Perkebunan Dinas Pertanian Pemkab Kepahiyang, Deva Yurita Ambarini, S.P.

Nyokabar Bengkulu. Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Kepahiang, Provinsi Bengkulu tahun 2018 menargetkan sejuta batang bibit kopi sambung. Program ini difokuskan di Kecamatan Kabawetan dengan lahan seluas 30 hektar.

“Kita telah menyiapkan lahan seluas 30/ha untuk batang induk diambil interesnya terletak di Kecamatan Kabawetan, sedangkan kopi yang kita kembangkan ada empat klon (varietas), dan dijadikan andalan varietas unggul nasional,” kata Kadis Pertanian Kepahiang, Hernawan S.PKP, melalui Kabid Perkebunan Deva Yurita Ambarini, S.P., di lansir gobengkulu.com, Rabu, 15 Agustus 2018.

Empat klon tersebut terdiri dari, Klon sehasen C, Klon Sintaro 1, Klon Sintaro 2 dan Klon Sintaro 3. Diharapkan dapat meningkatkan hasil produksi kopi di tingkat petani di daerah itu.

“Dari hasil uji yang dilakukan di Jember Jawa timur, untuk klon (varietas) sehasen C, hasil panennya bisa mencapai 2,2 ton perhektar. Tetapi hasil produksi ini bisa tercapai bila kebun kopi perawatannya dilakukan secara maksimal,” Terang Sarjana Pertanian Universitas Bengkulu ini.

Untuk induk kopi sambung ini telah diteliti oleh pusat penelitian kopi dan kakao di Jember, jawa Timur sejak tahun 2012 silam.

Anggran Program Sejuta Kopi Unggul ini dari APBD kabupaten, dan APBN. Anggran APBD Sebesar Rp 2,5 miliar, diterapkan di tujuh kecamatan. Sedangkan untuk kecamatan kabawetan dananya bersumber dari APBN.

“Luas perkebunan kopi jenis robusta sekabupaten Kepahiang berkisar 26 Ribu hektar. Dan target kita sebanyak satu juta kopi sambung bisa terealisasi,” pungkas Alumni Sosek Unib 97 ini.

Kabid Perkebunan Dinas Pertanian Pemkab Kepahiyang, Deva Yurita Ambarini, S.P.

Agro Wisata Kampung Kopi

Program Sejuta Kopi Unggul ini sejalan dengan Pembangunan agrowisata, yang menjadi salah satu prioritas pembangunan Kepahiyang, selain peningkatan infrastruktur dasar dan konektivitas dengan daerah lain.

Pengembangan kopi robusta yang menjadi ciri khas Kabupaten Kepahiang akan dipadukan dengan pariwisata dalam konsep agrowisata.

"Konsep pariwisata yang kami kembangkan terintegrasi dengan produk unggulan lokal yakni kopi," kata Bupati Kepahiang Hidayatuloh Sjahid, yang dilansir antara.com.

Integrasi ini akan dikembangkan lewat percontohan agrowisata Kampung Kopi di desa yang potensial. Keberadaan kampung kopi tersebut akan dipadu dengan potensi wisata alam lainnya.

Salah satu desa di Kabupaten Kepahiang yakni Tebat Monok yang berbatasan dengan Hutan Lindung Bukit Daun merupakan habitat bunga langka dilindungi Rafflesia arnoldii.

"Kami akan padukan potensi wisata alam ini dengan produk unggulan lokal untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ujar Sjahid.

Konsep pariwisata tersebut akan dimatangkan untuk menyuskeskan tahun kunjungan wisata Bengkulu pada 2020 atau "Visit Wonderful Bengkulu 2020" yang digagas Pemerintah Provinsi Bengkulu (*)

Komentar via Facebook