Loekman : Kemanfaatan Dana Desa Dirasakan Masyarakat Langsung

Admin | Rabu, 08 Agustus 2018 | Dibaca: 61 | Ekonomi

Nyokabar.com, Lampung Tengah - Wakil Bupati (Wabup) Lampung Tengah (Lamteng), Loekman Djoyosoemarto menyatakan, adanya Anggaran Dana Desa (ADD) yang dikucurkan oleh Pemerintah RI, kemanfaatannya tidak hanya berguna bagi pembangunan infrastruktur kampung saja, namun dapat dirasakan juga oleh masyarakat secara langsung.

“Kemanfaatan dana desa tidak hanya dirasakan dalam aspek pembangunan infrastruktur saja, namun juga bermanfaat bagi penguatan kelembagaan di desa dan pemberdayaan masyarakat. Hal ini makin mempercepat proses kemajuan dan kemandirian desa, sehingga cita-cita membangun Indonesia, yang dimulai dari desa dan daerah pinggiran akan menjadi kenyataan,” ujar Wabup Loekman, Selasa (7/8/2018).

 

Hal ini disampaikan Wabup Lamteng, pada acara sosialisasi Diseminasi Dana Desa Padahal Karya Tunai Untuk Masyarakat Desa, berlangsung di Nuwo Balak Gunungsugih, yang dihadiri oleh Dirjen Pengembangan Keuangan dari Kementrian Keuangan (Kemenkeu) RI, dan Ketua Badan Anggaran (Banang) DPR-RI, Azis Syamsuddin.

Acara sosialisasi singkat yang dibuka oleh Wabup Lamteng, Loekman Djoyosoemarto, dimulai sekitar pukul 09.00 Wib. itu diikuti sebanyak 301 Kepala Kampung (Kakam) dan 28 Camat se-Lampung Tengah. Nampak para Kakam sangat menyimak semua materi yang disampaikan.

Ditambahkan Wabup, selama tiga tahun ini, dana ADD yang masuk di Kabupaten Lamteng, sebesar Rp515.434.58l.000. telah dilaksanakan untuk pembangunan desa sebesar Rp448.355.382.827. atau terealisasi sebeaar 86,99 persen.

Dana tersebut untuk pembangunan jalan desa sepanjang 1.446.925 Meter, 182 unit jembatan, drainase sepanjang 253.049 Meter, talud sepanjang 51.782 Meter, sumber air bersih 4 unit, 458 unit sumur bor, 77 unit MCK dan irigasi sepanjang 11.702 Meter.

Adapun pengembangan sumber daya manusia (SDM), yaitu 12 unit Pondok Bersalin Desa (Polindes), 6 unit Pos Pelan Terpadu (Posyandu) balita, 60 unit paket Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), 7 unit sarana Olahraga milik desa, dan 4 unit Gedung Badan Usaha Milik Desa (BUM-DES). *

 

Komentar via Facebook