LSM-FML Ambil Langkah Hukum, Agar Pemkab Lamteng Putus Kontrak PT. PJB

Admin | Jumat, 06 Juli 2018 | Dibaca: 83 | Lampung Tengah

Nyokbar.com Bandarjaya - Melalui percakapan pesan singkat WatsApp (WA), Ketua LSM Forum Masyarakat Lampung (FML), Bustami HR, S.Sos., MM. akan mengambil langkah-langkah hukum, agar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Tengah (Lamteng), memutus kontrak kerjasama dengan PT. Pandu Jaya Buana (PJB), Kamis (5/7/2018).

“Para pedagang menanti sesuatu yang tidak pasti, kalau Pemda tidak ada reaksi, maka saya LSM Forum Masyarakat Lampung akan mengambil langkah-langkah upaya hukum, supaya kontrak kerjasama PT. PJB dengan Pemda diputus,” tulis Bustami, .

Tidak hanya itu, sebagai bentuk kekecewaan terhadap PT. PJB yang terkesan tidak mengindahkan pemerintah daerah, Bustami juga mengancam akan mengerahkan massa dalam unjukrasa ke Kantor Bupati Lamteng, agar pemerintah daerah membatalkan semua perjanjian kerjasama dengan pihak pengelola pasar BJP yaitu PT. PJB.

Bustami juga menyampaikan melalui pesan singkat WA.

“Saya akan kerahkan masa, usir itu pengembang dan angkat kaki,” tegas Bustami.

Yang menjadikan LSM-FML sangat kecewa kepada pihak perusahaan pengembang dan pengelola pasar BJP, karena hingga tahun kedua sejak ditandatanganinya Memorandum of Understanding (MoU) pada tahun 2016 lalu, sampai saat ini tidak ada perubahan secara signifikan.

Mestinya, imbuh Bustami, pada akhir Desember 2017 lalu, Pemkab Lamteng telah dapat menilai, sejauh mana progres pembangunan pasar BJP yang dilaksanakan oleh PT. PJB. Bila tidak berhasil 100 persen, maka seharusnya pemerintah daerah berani memutus kontrak kerjasama tersebut.

“Enak sekali mereka (PT. PJB-red), progres pembangunan tidak tercapai dan gagal, tapi kontraknya masih diberikan oleh pemerintah daerah,” keluhnya.

Masih kata Bustami, tidak ada alasan bagi Pemkab Lamteng, untuk tetap mempertahankan PT. PJB sebagai pengembang dan pengelola pasar BJP. Karena sudah terlihat, perusahaan tersebut tidak memiliki cukup modal untuk melaksanakan pembangunan di pasar BJP.*

Komentar via Facebook