Netizen Lampung Sesalkan Politik Uang di Pilkada Serentak

Admin | Kamis, 28 Juni 2018 | Dibaca: 323 | Politik

Nyokabar.com, Bandar Lampung -  masa tenang pilkada serentak 2018 beberapa hari lalu ramai diberitakan tentang tertangkap tangannya para terduga praktik politik uang oleh masyarakat. Bahkan beberapa di antaranya telah dilaporkan ke Panwaslu daerah setempat.

Politik uang yang marak saat masa tenang pilkada tersebut disinyalir untuk memenangkan pasangan calon tertentu yang bertarung di Pilgub Lampung maupun Pilkada Tanggamus.

Bahkan kaum Netizen Lampung di media sosial Instagram turut mengkritisi praktik politik uang yang tumbuh bak cendawan di musim hujan.

@luckyronaldo mengatakan,” Suka heran sama org yg milih org kampanye bermodal gede.”

‘Orang kampanye bermodal gede’ yang dimaksud @luckyronaldo disinyalir adalah pasangan calon nomor urut tiga, Arinal Djunaidi-Chusnunia Chalim, yang didanai PT SGC.

Dari para terduga pelaku politik uang yang diamankan juga menyiratkan pendapat yang sama.

Komentar Netizen @lusibals bahkan mempertanyakan kinerja Bawaslu yang seperti macan tak bertaring.

“Coba tolong gw mau tau apa guna bawaslu? Trus yg ktangkep” kmaren masalah money politik itu apa kelanjutannya ??? Yaaa Allah gk kebayang lampung mau jadi apa gubernur dtnya visi misi aja gk ngerti debat mangoohhh .. hati” heey bisa bisa lampung mundur di gadein karna balikin modal hahaha .. jangan heran 5th kedepan lampung kacau !! Demi uang gocap 200rb rela tanah lampung dpimpin orang yg ntah apa visi misi nya.”

Hasil hitung cepat sementara beberapa lembaga survei yang mengunggulkan pasangan calon Arinal-Nunik justru menjadi tanda tanya besar warga Netizen.

Seperti disampaikan @dwi.rimadona yang justru meragukan kapabilitas Arinal Djunaidi.

“Sy bingung prestasi beliau utk lampung gak pernah terdengar, pendukung2 beliau disekitar saya nyaris gak ada, & saya & orang2 disekitar saya gak ada suara utk dia…Tiba2 di menang? Di Kampung Mataram Udik (lampung tengah) banjir uang jugaaa.. Miris bgt klau dia sampe terpilih jd pemimpin dengan cara seperti itu…Kata yg tepat -> innalillahiwainailaihirojiun.”

Komentar lebih pedas datang dari @avianto17 ,”Ternayata yg menang 50rb-100rb+sarung masyarakat tdk banyak mengenal beliauu,tiba2 muncul juaranya, mungkin ini berkat jurusnya orochimaru+jetsu.”

Bahkan dengan lugunya, @firhamramadinata bertanya,”Arinal tu sapa yah? Kinerja untuk Lampung udh sampai mana? Prestasinya apa untuk Lampung? #Maaf

Kaum Netizen yang didominasi generasi milenial saat ini tergolong cerdas dan kritis terhadap persoalan praktik politik uang yang merupakan suatu pembodohan terhadap masyarakat dalam kehidupan berdemokrasi.

@edolazuardipersada menyoroti kampanye politik Arinal-Nunik yang  selalu bertabur artis bintang ibu kota dan hadiah-hadiah doorprize yang gila-gilaan.

“Hadeh arinal! Siap2 anggaran dikeruk buat balik modal kampanye. Liat aja kampanyenya gila2an.”

Tak hanya dana kampanye politik yang dipertanyakan, termasuk juga dana untuk serangan fajar menjelang hari pencoblosan. Dana darimana?

@adi_pm26 mengatakan,”Serangan fajar, membuahkan hasil. Inget dengan uang 100-50 rb. Yg diterima menjadi penyesalan selama 5 tahun kedepan. Bukannya makin maju. Adanya lampung nanti jadi lahan untuk mengembalikan modal kampanye. Zzz.”

Miris…*

Komentar via Facebook