BI Lampung: Uang Palsu Marak Jelang Lebaran

Admin | Jumat, 25 Mei 2018 | Dibaca: 321 | Ekonomi

Nyokabar.com, Bandar Lampung - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Lampung mengingatkan ancaman peredaran uang palsu meningkat menjelang Lebaran. Selain harus mengenali ciri-ciri uang palsu, masyarakat  juga diminta menukar uang baru hanya di lembaga resmi.

Kepala BI Lampung Budiharto Setyawan menuturkan, untuk mengenali keaslian uang, bisa melalui metode 3D, yakni dilihat, diraba dan diterawang.

“Uang rupiah asli memiliki kualitas cetak yang baik, dan memiliki benang pengaman. Terasa kasar apabila diraba, tampak tanda air, gambar tersembunyi, dan rectoverso atau gambar saling isi ketika diterawang ke arah cahaya,” jelasnya.

Menurut Budi, resiko peredaran uang palsu berpotensi terjadi bila menukar di lembaga tidak resmi seperti di jasa tukar uang baru di pinggir jalan yang marak menjelang Lebaran.

Bank Indonesia, kata dia, sudah menggandeng Bank Mandiri, Bank Mandiri Syariah, BCA,BRI, BNI dan Bank Lampung. Masyarakat bisa langsung datang ke seluruh cabang perbankan yang sudah kerjasama dengan BI untuk penukaran uang baru.

Sebagai informasi, BI Kantor Perwakilan Wilayah Lampung sudah menyiapkan dana Rp3,1 triliun untuk memenuhi kebutuhan transaksi masyarakat selama libur Lebaran 2018. Angka ini naik tipis dibanding tahun lalu yang hanya Rp3,054 triliun.

Jumlah yang disiapkan ini diproyeksi akan terus bertambah secara bertahap disesuaikan dengan kondisi yang ada dan frekuensi penambahan. Bank Indonesia akan melakukan layanan penukaran uang pecahan kecil di beberapa titik mulai tanggal 23 Mei – 6 Juni 2018.

Jadwal tetap lokasi penukaran uang selama Ramadhan 1438 H ini, Senin sampai dengan Jumat di Kantor Imigrasi Teluk Betung (Bank Lampung), Bank BCA semua kantor cabang, Kantor Cabang (KC) Bank Syariah Mandiri, depan RM Begadang II.

Selanjutnya penukaran juga akan digelar di pasar Sukarame oleh BI, Bank Mandiri di Kecamatan panjang, Rabu (23/5).  Mall Bumi Kedaton, Bank Mandiri kantor cabang Kemiling, Tugu juang BNI, Kamis (24/5), pasar Mangga Dua, Robinson Rajabasa, 09.00 – 13.00 WIB.

BRI unit Rajabasa, BRI, Sabtu (26/5),  Lampung walk, di Tugu juang BNI, Senin, (28/5), untuk di pasar bambu kuning, di Bank Mandiri kantor cabang Natar Holland Bakery Tirtayasa (BCA), Rabu (29/5).

Kemudian di Tugu juang BNI, Chamart Legundi, pasar panjang, pasar kangkung, Kamis (31/5). BRI unit Way Halim, Sabtu (2/6). Khusus pada tanggal 5-6 Juni 2018, KPw BI Lampung dan perbankan rencananya akan membuka layanan penukaran uang baru di Lapangan Saburai.

“Untuk kegiatan penukaran tidak dipungut biaya, kami juga menghimbau masyarakat agar melakukan penukaran uang pecahan kecil melalui layanan penukaran uang rupiah oleh BI dan perbankan yang beroperasi di Provinsi Lampung,” jelas Budi.

Bank Indonesia menggandeng Bank Mandiri, Bank Mandiri Syariah, BCA,BRI, BNI dan Bank Lampung. Masyarakat bisa langsung datang ke seluruh cabang perbankan yang sudah kerjasama dengan BI untuk penukaran uang baru.

Untuk pemerataan dan kelancaran dalam proses penukaran bersama di Lapangan Saburai, Bank Indonesia menyediakan paket penukaran senilai Rp6 juta terdiri dari pecahan Rp20 ribu, Rp10 ribu, Rp5.000 dan Rp2.000.

Seiring meningkatnya aktivitas ekonomi, Bank Indonesia menghimbau masyarakat untuk terus waspada ketika melakukan transaksi dengan memastikan uang rupiah yang diterima adalah uang asli melalui pengecekan cepat metode 3D (Dilihat, Diraba, Diterawang).*

Komentar via Facebook