Dipicu Perselingkuhan, 1 Rumah di Sukadana Udik Bungamayang Rusak

User 7 | Kamis, 24 Mei 2018 | Dibaca: 746 | Lampung Utara

Nyokabar Lampung Utara – Sedikitnya 1 rumah di Dusun IV Desa Sukadana Udik Kecamatan Bungamayang Kabupaten Lampung Utara rusak diserang oleh warga masyarakat desa Negeri Ratu Kecamatan Muarsungkai. Rabu (23/52018) sekitar pukul 20.30 Wib.

Penyerangan tersebut diduga dipicu hubungan perselingkuhan yang dilakukan oleh Am (35) warga Dusun IV desa Sukadana Udik dan warga Ep (30) warga desa Negeri Ratu (KBA) Kecamatan Muarasungkai. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristwa penyerangan tersebut.

Berdasarkan pantauan dilokasi pada pukul 23.45 Wib, suasan di Dusun IV Desa Sukadana Udik rumah milik Am (pelaku selingkuh.red) beserta isinya rusak berantakan setelah dihancurkan oleh puluhan warga desa Negeriratu (KBA).

Kepala Desa Sukadana Udik, Mulyadi saat dikonfirmasi dikediamannya, Kamis dini hari sekitar pukul 01.00 membenarkan jika rumah milik salah satu warganya dirusak oleh puluhan masyarakat dari desa tetangga.

“ Kejadian penyerangan terjadi sekitar jam 20.30 Wib,” kata Mulyadi kepada awak media. Kamis (24/5/2018).

Dikatakan Mulyadi, bahwa dirinya sudah mengetahui perihal perselingkuhan yang dilakukan oleh salah satu warganya. Mulyadi mengaku, dirinya mengetahui perselingkuhan itu dari istri sah Am. Dimana pada saat itu, terang dia, Istri Am menunjukan pesan singkat dari handphon suaminya Am yang isinya tidak lain percakapan yang diduga adanya perselingkuhan dengan Ep.   

“ Saya sudah mencoba untu menyelesaikan persoalan ini dengan memediasi kepada pihak Polsek Sungkai Selatan,” ujarnya.

Pada saat dilakukan mediasi, lanjut Mulyadi pihak dari keluarga Hendri (suami Ep) ingin mengakhiri kasus perselingkuhan keranah adat dengan meminta uang adat sebesar Rp48 juta kepada Am. Namun Am merasa tidak mampu, lalu keluarga Hendri mengurangi menjadi Rp36 juta. Meski uang adat yang diminta oleh keluarga Hendri dikurangi, Am masih tidak mampu memenuhi uang adat permintaan dari keluarga Hendri, dimana Am hanya menyanggupi uang Rp12 juta.

“ Karena tidak memenuhi apa yang diinginkan oleh keluarga Hendri, puluhan masyarakat dari desa Negeri Ratu (KBA) melampiaskan emosi dengan menghancurkan rumah Am,” bebernya.

Sementara itu, Kapolsek Sungkai Selatan, Kompol Dalham mengatakan pertistiwa pengerusakan yang dilakukan oleh puluhan masyarakat Negeri Ratu adalah tindakan spontanitas.  Persoalan ini terang Dalham, terjadi beberapa hari yang lalu yang diduga Am dan Ep menjalin hubungan perselingkuhan.

Dikatakan Dalham, sebelum peristiwa penyerangan itu pihaknya telah mengamankan Am dan Ep, (pasangan selingkuh) di Mapolres Polres Lampung Utara.

Oleh sebab itu, dirinya meminta kepada seluruh masyarakat dan kedua belah pihak untuk sama-sama menahan diri.

“ Atas Peristiwa ini kami khususnya anggota kepolisian sudah melakukan pengamann yang maksimal dan berupaya untuk memyelasaikan masalah ini,” ujar Kompol Dalham di lokasi pengerusakan.

Sampai berita ini diturunkan, saat ini situasi dan kondisi pasca penyerangan di lokasi kejadian aman dan terkendali.

Laporan Wartawan Nyokabar.com : Diqin

Komentar via Facebook