Harga Daging Ayam dan Telur di Lampung Stabil

Admin | Kamis, 24 Mei 2018 | Dibaca: 308 | Ekonomi

Nyokabar.com, Pesawaran - Satgas Pangan Provinsi Lampung, melakukan peninjauan ke PT So Good, di jalan Raya Negeri Sakti, Gedong Tataan, Pesawaran.

Selain itu, dalam kunjungannya, tim satgas juga melihat langsung peternakan ayam di Pekon Tegalsari, Gadingrejo, Pringsewu, dan gudang distributor jual dan beli telur ayam, di Kampung Jepang, Desa Krawang Sari, Natar, Lampung Selatan.

Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Lampung, Ferynia, didampingi Kasubid Penmas Polda Lampung, AKBP Yunia mengatakan, tim Satgas Pangan Provinsi Lampung hari ini kembali melakukan pemantauan tempat pemotongan ayam dan cara memproses daging ayam, di PT So Good.

“Tidak hanya itu, pihaknya juga memantau peternakan ayam dan gudang distributor jual beli telur ayam,” kata Ferynia, Kamis (24/5)

Lebih lanjut kata Ferynia, di bulan ramadan sampai dengan hari ini, harga pangan seperti, daging dan telur harganya dominan naik. Oleh sebab itu, tim Satgas Pangan Provinsi kembali melakukan pemantauan untuk mengetahui apa permasalahannya dan bagaimana cara mengatasinya.

“Alhamdulillah, awalnya daging ayam potong dari harga Rp38 ribu, kemarin mengalami penurunan harga sekitar Rp750. Begitu pula dengan harga telur ayam. Penurunan itu tentunya sudah diketahui oleh para distributor daging dan telur ayam,” ujarnya.

Menurutnya, selama ini stok pangan seperti, beras, daging dan telur, di Provinsi Lampung surplus, bahkan Provinsi Lampung bisa memasok ke wilayah terdekat di Sumatera dan Pulau Jawa.

“Dalam mengatasi persoalan yang terjadi, Satgas Pangan Pusat memberi tugas kepada tim Satgas Provinsi melakukan pemantauan ke kandang ayam. tadi, ditingkat kandang aman-aman saja, harganya memang agak tinggi dibanding biasanya yang hanya Rp17 ribu hingga Rp 18 ribu, namun saat ini mencapai Rp23 ribu. Bukan kita tidak memperbolehkan untuk menaikan harga, karena itu sah-sah saja. Sebab, bila permintaan tinggi maka harga pun akan naik. Tetapi perlu diingat, kenaikan harga harus disesuaikan atau masih dalam batas kewajaran, karena di Lampung masih banyak penduduk miskin,” paparnya.

Kata dia, Satgas Pangan juga telah menemukan persoalan harga beras yang cukup tinggi pada bulan November 2017, namun pada bulan Mei 2018, harga beras berangsur-angsur mulai turun.

“Intinya, setiap persoalan yang kita temukan itu akan kita laporkan ke Satgas Pangan Pusat,” ungkapnya.*

Komentar via Facebook