Masalah Pendidikan dan Sosial di Lampung Butuh Perhatian Pusat

Admin | Senin, 14 Mei 2018 | Dibaca: 144 | Pendidikan

Nyokabar.com, Bandar Lampung - Arah dan tujuan pendidikan nasional, seperti yang diamanatkan ole UUD dasar 1945, memiliki tujuan utama mencerdaskan kehidupan berbangsa yang dikuti dengan peningkatan iman dan takwa serta pembinaan akhlak mulia seluruh warga Negara.

“Kedatangan Bapak Menteri Pendidikan hari ini untuk melakukan dialog nasional, akan menjadi sebuah wahana bagi kita semua yang hadir. Untuk memberikan gambaran sejauh mana pendidikan berkualitas dan merata terjadi di Provinsi Lampung,” kata Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (Aptisi) Wilayah II-B Lampung, Firmansyah Y. Alfian, di Gedung Pascasarjana Universitas Bandar Lampung, tadi pagi.

Menurut Rektor Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya itu, Provinsi Lampung memiliki bentang geografis yang unik, mulai dari laut, gunung, bukit, lembah, yang terbagi dalam 15 kabupaten/kota.

“Semoga, dengan adanya dialog ini maka akan ada solusi-solusi strategis dan teknis yang dapat disegerakan untuk mewujudkan pemerataan pendidikan di Tanoh Lado yang kita cintai ini,” kata dia.

Firmansyah juga mengatakan, terkait dengan bentang geografis tadi, Provinsi Lampung membutuhkan pula langkah-langkah strategis dan teknis untuk menyelesaikan masalah perhubungan antar-kabupaten dan antar provinsi.

“Hari ini, dalam dialog nasional, kami semua berharap agar Menteri Perhubungan dapat menyuarakan aspirasi kita semua kepada pimpinan Negara tertinggi Presiden RI, untuk menyegerakan pembangunan infrastruktur,” kata mantan anggota DPRD Lampung itu.

Sehingga, pemerataan pembanguran dapat tercapai. Sehingga kemakmuran tak hanya berpusat pada kota-kota besar saja, pun merata ke seluruh pelosok bumi Lampung.

“Infrastruktur yang baik akan menjadi jalan bagi pemerataan kehidupan sosial dan kemakmuran,” kata dia.

Lanjutnya, menurut data yang dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Lampung, menyatakan bahwa jumlah penduduk miskin hingga akhir 2017 yang lalu masih tersisa di di angka satu jutaan (1.083.740), tentu saja angka ini cukup besar bila dibandingkan dengan jumlah penduduk di Provinsi Lampung.

“Kami sangat yakin, diantara mereka yang miskin tersebut, memiliki kemampuan untuk menempuh pendidikan tinggi namun terkendala biaya. Semoga dengan tugas pokok dan fungsi utama dari kementerian sosial. Yaitu, dengan melakukan rehabilitasi sosial, jaminan sosial, pemberdayaan sosial, dan penanganan fakir miskin,” harap Firmansyah.

Sementara itu, Rektor UBL, Yusuf S. Barusman, mengatakan kegiatan ini dinisiasi Koordinasi Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) Wilayah II Sumbagsel, dengan bekerja sama dengan Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (Aptisi) Wilayah lI-B Lampung.

“Kami sangat megapresiasi atas ditunjuknya UBL sebagai tuan rumah kegiatan ini. Kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan dari Kopertis Wilayah lI-B dan Aptisi Lampung yang teiah menunjuk UBL sebagai tuan rumah kegiatan Dialog Nasional,” singkat Yusuf.

Dalam kegiatan ini, riga menteri yang hadir dalam dialog nasional itu adalah Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi RI, Muhammad Nasir, Menteri Perhubungan RI Karyadi Sumadi, dan Menteri Sosial, Idrus Marham.*

Komentar via Facebook