Puluhan Ribu Media Online Indonesia Tidak Mendapatkan Apa-Apa dari Raksasa Goolge, Facebook dan Twiter

Nyokabar | Kamis, 19 April 2018 | Dibaca: 264 | Metro

Puluhan Ribu Media Online Indonesia Tidak Mendapatkan Apa-Apa dari Raksasa Goolge, Facebook dan Twiter

Kepengurusan AJO Indonesia Lampung Periode 2018-2022

Nyokabar Metro. “Sebagian besar di antara 43 ribuan media daring di Indonesia, secara tidak langsung telah membesarkan perusahaan digital raksasa atau media capital secara sukarela. Persoalannya, sebagian besar media dimaksud tidak mendapat apa-apa dari perusahaan raksasa semisal Google, Facebook, twitter, dll,” Papar Ketua Umum AJO Indonesia Rival Achmad Labbaika.

Persoalan tersebut melahrikan gagasan berdirinya Aliansi Jurnalis Online Indonesia (AJO Indonesia),  AJO Indonesia tidak mengandalkan penguasaan kapital, namun sindikasi media daring (online) di seluruh Indonesia.

Puluhan ribu media daring Indonesia tidak mungkin bersaing di pasar yang sama dengan media-media capital, sehingga dengan bersatu membentuk konsorsium atau sindikasi akan menjadi kekuatan baru, sama seperti media online capital lain.

Menurut Ketua AJO Indonesia Rival, satu pelaku media daring di Indonesia setiap hari menayangkan dan membagi via social media minimal puluhan berita per hari. Namun perusahaan media daring umumnya selama ini tak mendapat keuntungan signifikan dari perusahaan digital raksasa tersebut.

“Penyebanya adalah karena kita kebanyakan tidak mengerti secara baik soal digital marketing. Teman-teman sangat menguasai soal aspek jurnalistiknya namun kurang mengikuti perkembangan digital marketing,” ungkap pemimpin redaksi celebesnews.id.

AJO Indonesia, organisasi mewadahi media online–media online kecil, yang mengutamakan telah mendapat pengesahan dari Kementerian Hukum dan HAM, berakte notaris.

“Jadi, disyaratkan bukan media daring abal-abal karena mempunyai legalitas, memiliki perusahaan terbatas (PT), NPWP, dan sudah terverifikasi di Dewan Pers. Karena AJO Indonesia sendiri akan didaftarkan di Dewan Pers sebagai salah satu organisasi afiliasinya” Tambah Rival .

AJO Indonesia akan mewadahi manajemen perusahaan media daring untuk memiliki pemahaman komprehensif tentang tata kelola redaksional dan digital marketing. Jika hal tersebut berjalan, sindikasi besar ratusan hingga ribuan anggota AJO Indonesia bakal memperoleh pendapatan tinggi dari perusahaan digital raksasa Google, Facebook dan Twiter. Belum lagi pendapatan iklan konvensional karena performa website memiliki valuasi yang tinggi,” tegas mantan Produser ini.

AJO Indonesia Lampung

Di Lampung telah terbentuk Dewan Pengurus Daerah (DPD) Aliansi Jurnalistik Online (AJO) Indonesia Provinsi Lampung, periode 2018-2022. Musyawarah Daerah (Musda) Perdana dihadiri perwakilan jurnalis online yang tergabung dalam AJO Indonesia tingkat Kabupaten/Kota. Musda berlangsung di Resto & Cafe Lembah Dempo, Kota Metro Lampung, Rabu 18 April 2018.

Kepengurusan AJO Indonesia Lampung periode 2018-2022, dipercayakan kepada Romzy Hermansyah.R.SP, Wakil Ketua Rio Ellen Nofebri, Sekretaris Samsul Arifin dan Bendahara K.R. Rinto.

Di tingkat Kabupaten/Kota telah terbentuk di tiga Kabupaten, Tanggamus, Lampung Timur dan Lampung Tengah, menyusul Lampung Utara, Mesuji, Tulang Bawang, dan Pringsewu.


Laporan Wartawan Nyokabar, Rio Ellen Nofebri

 

Komentar via Facebook