Kampanye Mengandung Ujaran Kebencian, Agung Ilmu Mangkunegara Dilaporkan Warga Ke Panwascam

User 7 | Minggu, 11 Maret 2018 | Dibaca: 637 | Lampung Utara

Kampanye Mengandung Ujaran Kebencian, Agung Ilmu Mangkunegara Dilaporkan Warga Ke Panwascam

Foto : Ilustrasi / Net.

Nyokabar Lampung Utara – Calon bupati petahana Kabupaten Lampung Utara (Lampura),  Agung Ilmu Mangkunegara dilaporkan oleh Apri Yanto (36) warga Desa Margorejo ke Panwascam Kecamatan Kotabumi Utara.

Pasalnya saat melakukan kampanye tatap muka atau dialog yang digelar di Dusun Karya Tani, Desa Margorejo Kecamatan Kotabumi Utara, Kabupaten Lampura, Kamis (8/3/2018) dinilai mengandung Hate Spaach (Ujaran Kebencian).

Saat dikonfirmasi, Apri Yanto membenarkan jika kampanye yang dilakukan oleh Agung Ilmu Mangkunegara merupakan salah satu calon bupati yang ikut bertarung pada pemilihan kepala daerah (Pilkada) Kabupaten Lampung Utara.

Dirinya menilai, apa yang disampaikan oleh calon bupati saat melakukan kampanye mengandung ujaran kebencian (Hate Speech). Terlebih lanjut dia, ketika menyampaikan orasi saat kampanye dugaan hate speech yang dilakukan oleh calon Bupati Lampura, Agung Ilmu Mangkunegara ditujukan langsung kepada Andi Sabak selaku Kepala Desa Margorejo.

“ Yang saya lakukan itu (Melapor ke Panwascam) supaya situasi dan kondisi saat ini tetap kondusif, sebab ketika ini dibiarkan saya kawatir akan menjadi bola liar, jadi saya kawatir ini akan menjadi hal yang tidak kondusif,” kata Apri Yanto saat dikonfirmasi. Minggu (11/3/2018).

Menurutnya, apa yang disampaikan pada saat kampanye itu adalah bukan sebuah orasi politik. Bahkan lanjut dia, pada saat orasi politik seharusnya seorang calon bupati itu menyampaikan visi dan misi dalam memimpin.

“ Orasi politik itu bukan menyerang secara pribadi, jadi menurut saya apa yang disampaikan oleh Agung itu sudah diluar ranah orasi politik atau kampanye itu sendiri,” tukasnya.

Lebih lanjut dirinya menjelaskan, dalam orasi yang disampaikan Agung Ilmu Mangkunegara dihadapan masyarakat desa setempat yang mengatakan bahwa di Desa Margorejo ada seorang preman dengan ciri-ciri berbadan kurus, mata keluar, bungkuk, dan memiliki sedikit tattoo. Ciri-ciri itu terang Apri, sangat identik dengan Kepala Desa Margorejo yakni Andi Sabak.

“ Ini kan sudah menyinggung perasaan kami sebagai warga masyarakat Desa Margorejo dan keluarga besar," jelasnya seraya dirinya berharap agar Panwascam Kotabumi Utara untuk mengusut persoalan ini sampai tuntas.

Sementara itu, Ketua Panwascam Kotabumi Utara, Ajad Sudrajat, didampingi anggota Padri Manap, menyatakan pihaknya akan mempelajari lebih mendalam terkait adanya laporan masyarakat dimaksud.

"Kami sudah menerima laporan adanya dugaan praktik ujaran kebencian yang dilakukan Calon Bupati Agung Ilmu Mangkunegara dalam tahapan kampanye dialogis terbatas di Desa Margorejo. Pelapor yang disertai dengan saksi dan bukti berupa rekaman suara sudah kami terima dan akan kami dalami lebih lanjut," ungkap Ajad Sudrajat.

Dijelaskannya, laporan tersebut akan dipelajari lebih detail guna menemukan dugaan delik pelanggaran yang terkandung dalam orasi Calon Bupati Agung Ilmu Mangkunegara. 

"Prinsipnya, persoalan ini akan kita pelajari terlebih dahulu, apakah masuk ke dalam ranah Gakkumdu (Penegakan Hukum Terpadu) atau ke ranah Pidana Umum. Yang pasti, permasalahan akan kita telusuri secara lebih mendalam," jelas Ajad Sudrajat kepada awak media.

Laporan Wartawan Nyokabar.com : Diqin

Komentar via Facebook