Masyarakat Lampung Tengah rindu Sosok Mustafa

Nyokabar | Kamis, 01 Maret 2018 | Dibaca: 259 | Lampung Tengah

Nyokabar Lampung Tengah.  Bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Lampung Tengah sejak dua hari lalu menimbulkan kerinduan tersendiri kepada sosok bupati non aktif Lampung Tengah Mustafa.

Sejumlah masyarakat Lampung Tengah menyatakan kerinduannya akan sosok pemimpin yang selalu hadir di tengah masyarakat, khususnya ketika terjadi permasalahan atau bencana.

"Kami rindu Pak Mustafa mas,  beliau lah yang selalu sigap dan tanggap kalau ada masyarakatnya mendapat musibah. Saudara saya di Bekri mengeluh,  belum ada bantuan berarti yang masuk. Dulu kalau ada kejadian apa-apa pak Mustafa langsung turun, "ujar Johan,  warga Bandarjaya,  Lampung Tengah, Rabu 28 Februari 18

Senada,  Ari,  salah satu warga Terbanggi Besar juga mengaku kehilangan sosok Mustafa yang begitu memperdulikan kondisi rakyat, terlebih pasca musibah banjir yang terjadi.

"Dengan kondisi seperti ini,  kami sangat kehilangan sosok Pak Mustafa. Tidak ada yang bisa berbuat banyak seperti yang pernah dilakukanya, khususnya bagi keluarga korban yang terkena musibah (banjir). Ya Allah,  tolong kami,” keluhnya.

Menurutnya selama ini kedekatan Mustafa dengan rakyat seolah tidak berjarak. Tak hanya saat ronda dan gotong royong, Mustafa selalu hadir di tengah-tengah permasalahan yang dialami warga. Seperti saat ada sengketa lahan antara warga dengan perusahaan, atau perang kampung yang pernah terjadi, Mustafa selalu ada menengahi warga.

"Beliau (Mustafa) bukan lagi seorang pemimpin,  tapi beliau adalah orang tua,  saudara juga teman bagi kami yang bisa berbuat banyak untuk semua warga Lamteng. Dulu, permasalahan apapun yang menimpa warga, beliau langsung turun. Sosok itu sudah tidak ada lagi di Lamteng," imbuhnya.

Ungkapan kerinduan pada sosok Mustafa juga disampaikan oleh sejumlah warganet, khususnya di media sosial Facebook. Seperti curhatan akun atas nama Rohili R Adipati.

Ia mengatakan bahwa saat banjir besar terjadi di Lamteng,  pejabat setempat seolah tidak mau melakukan apa-apa untuk meringankan beban derita korban banjir.

"Saat ini Lamteng habis ketimpa banjir besar-besaran bahkan memakan korban. Sampai saat ini belum ada bantuan air bersih dan makanan,  kemana pejabat plt Lamteng tidak melihat musibah ini. Coba kalau ada Pak Mustafa pasti sudah tidak tidur dia ke lapangan bersama rakyat yang kena musibah. Kalau sudah tiada Pak Mustafa baru terasa. Bahwa kehadiran Pak Mustafa sungguh berharga," tulis Rohili.

Untuk diketahui, akibat hujan deras  sejumlah wilayah di Lampung Tengah terendam banjir. Sejumlah akses juga terputus disebabkan jembatan ambrol dan jalanan digenangi air. Tak hanya itu, banjir yang juga melanda beberapa kabupaten/kota lainnya di Lampung ini juga menewaskan 7 orang warga Lampung Tengah.

Sampai saat ini ratusan warga masih menunggu uluran bantuan dari pemerintah, baik kabupaten maupun provinsi.  (*)

Komentar via Facebook