Warga RT 55 Perum Prasanti Kota Metro ” Kalang Kabut”

Nyokabar | Senin, 26 Februari 2018 | Dibaca: 386 | Metro

 

Nyokabar.com, Metro – Warga RT 55 Perumahan Prasanti, Kelurahan Metro, Metro Pusat, Kota Metro pagi ini 26/2 berhamburan keluar rumah akibat kekhawatiran banjir dilingkungannya terulang lagi seperti Sabtu (24/2), yang lalu.

“Kami khawatir tingginya air seperti kemarin lusa, barang – barang yang bisa disingkirkan ketempat yang lebih tinggi atau lebih aman, karena banjir kemarin itu air mencapai ketinggian hampir satu meter, maka para warga ini harus waspada dan siap mengantisipasinya,” tegas Dadang warga korban banjir.

Warga sekitar RT 55 Lingkungan 09 Kelurahan Metro, Kecamatan Metro Pusat, Kota Metro dalam kurun waktu tiga hari ini sangat dikhawatirkan dengan datangnya banjir lagi.

“Alhamdulillah hujan turun dari pukul 21.00 wib tadi malam, walau warga tertimpa musibah banjir lagi, namun air tidak setinggi kemarin lusa,” ujar Muksin yang juga korban banjir.

Warga masyarakat ini mengharapkan perhatian dari pemerintah Kota Metro untuk mencari solusi atau langkah untuk mengantisipasi agar banjir tidak terulang lagi, masalahnya dilingkungan RT 55 belum pernah mendapatkan semacam ‘lirikan’ dari pihak eksekutip maupun legislatip, padahal kejadian ini hampir setiap tahun, namun tahun ini yang luar biasa, “Di RT 55 RW 09 Kelurahan Metro tidak pernah ditinjau pihak pemerintah baik Kelurahan, Kecamatan maupun Walikotanya, pada hal korban sekitarnya cukup diwaspadai karena rumahnya bersebelahan dengan talut Irigasi” jelas Joko yang rumahnya ikut tergenang.

Berdasarkan pantauan Sumaterapost.co rumah warga RT 55 / RW 09 yang ikut tergenang air masing – masing rumah Catur Nugroho, Aseggaf, Gilang, Hi. Johar, Jibrata, Muksin, Panca, Joko, Edi, Hardi, Sumantri, Sulaimi, Iwan, Novi, Rosnadi, Bunyamin, Tarmizi, Sandi, Darwanto, Iriyanto, Ganda Hariyadi, Marwan, Dadang dan beberapa rumah lainnya yang tidak sempat teridentifikasi, “Korban genangan air yang diakibatkan lamanya tutun hujan ini, sama sekali belum mendapatkan perhatian dari pemerintah setempat, padahal musibah ini sangat dibutuhkan, ini mau masak saja tidak bisa, kecuali menunggu airnya surut, ” tegas Marwan.

Kejadian banjir disekitar RT 55 baru tahun ini yang luar biasa ketinggian airnya, diharapkan pihak pemerintah dapat segera mengambil langkah, “Jangan setiap ada banjir para aparat baik dari Kelurahan, Kecamatan atau dari Pemerintah Kota Metro datang hanya mendata identitas para korban saja, tapi tidak ada tindak lanjutnya, toh kami sudah masing – masing memiliki KTP, ” tegas warga ini.*

 

Komentar via Facebook