Mengenal Plastisitas Otak, Stroke Bisa Sembuh Secara Natural

Nyokabar | Rabu, 21 Februari 2018 | Dibaca: 399 | Kesehatan

Nyokabar.com - Menurut ilmuwan, ada satu cara natural agar bisa efektif sembuh dari stroke: plastisitas otak. Ini adalah kemampuan otak untuk menyusun kembali fungsinya, sehingga bagian otak yang rusak dapat diambil alih oleh daerah lain.

Plastisitas otak diperkirakan terjadi sepanjang hidup. Namun, plastisitas otak memiliki tingkat efektivitas lebih tinggi pada usia anak-anak. Sedangkan otak orang dewasa dianggap kurang plastis.

Karena itu, tim ilmuwan neurologi dari sekolah kedokteran Georgetown University di Washington yang dipimpin Elissa Newport mencoba menguak rahasia plastisitas otak agar bisa diterapkan di orang lanjut usia. Penelitian ini melibatkan anak-anak dan orang dewasa yang menderita stroke pada saat bayi. Stroke usia dini terjadi pada satu dari 4.000 orang. Namun, otak bisa lekas sembuh karena sifat plastis tersebut.

"Apa yang kita lihat ini merupakan belahan kanan, yang tidak mengendalikan bahasa pada orang sehat dan mampu mengambil alih bahasa jika kehilangan otak kiri," kata Newport saat mempresentasikan temuannya di acara American Assosiation di Austin, Texas. "Ini tidak terjadi pada orang lanjut usia."

Studi ini melibatkan 12 orang yang berusia antara 12 dan 25 tahun. Dengan menggunakan pencitraan otak, tim peneliti menemukan bahwa beahan otak kanan yang mengambil alih lokasi gambar digunakan sisi otak kiri pada orang yang sehat. Menurut Newport, hal itu menjelaskan bahwa bukan hanya area otak yang mengambil alih fungsi daerah yang rusak.

"Dengan memahami dasar dari plastisitas otak yang terlihat pada anak muda, para ilmuwan mungkin bisa menemukan cara untuk membuat otak orang dewasa lebih plastis dan berpotensi menawarkan harapan kepada orang dewasa yang telah terkena stroke," tambah dia.

Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa orang dewasa diberi valproate obat, yang digunakan untuk mengobati gangguan bipolar, mendapatkan kembali kemampuan mempelajari nada sempurna, keterampilan yang biasanya hanya terlihat pada anak-anak yang mulai belajar musik sebelum berusia enam tahun.*

Komentar via Facebook