Gubernur Ridho: Agro Industri Penopang Perekonomian Lamteng

Nyokabar | Sabtu, 10 Februari 2018 | Dibaca: 169 | Lampung Tengah

Nyokabar.com, Lampung Tengah - Meninggalnya Ahmad Budi Cahyono, guru di SMAN 1 Torjun, Sampang, Madura meninggalkan duka mendalam bagi dunia pendidikan. Tak ingin terjadi di Lampung Tengah, Bupati Mustafa mengedepankan pembangunan karakter pada anak dan generasi muda.

Berlangsung di Gedung Sesat Agung Nuwo Balak, Mustafa melaunching gerakan Lampung Tengah mengaji dan gerakan serentak Lampung Tengah bersih dan asri (Gertaklah Berseri), Selasa, 6/2/2018. Acara diikuti para guru, kepala sekolah, pengawas dan UPTD se-Lampung Tengah.

Dikatakan Mustafa, gerakan Lampung Tengah mengaji sebagai satu upaya membangun pondasi karakter anak dan generasi muda di kabupaten berjuluk Bumi Jejamo Wawai ini.

Menurutnya generasi muda saat ini harus dibentengi dengan berbagai hal-hal positif. Mulai dari pendidikan yang berkualitas, lingkungan yang baik dan penanaman nilai-nilai agama sejak dini. Ini adalah pondasi untuk melahirkan pribadi yang berkarakter.

“Saya minta tragedi meninggalnya Pak Budi tidak sampai terjadi di Lampung Tengah. Kita harus betul-betul jaga integritas pendidikan kita. Bangun karakter dan bentengi anak didik kita dari hal-hal negatif,” ungkapnya.

Tak hanya mencanangkan gerakan mengaji, Pemkab juga focus mencetak hafiz quran, khususnya di lingkungan sekolah dan pondok pesantren. “Sebelumnya kami telah mewisuda 6.400 hafiz Al-quran dari tingkat SD hingga SMP, kami juga siap memberikan beasiswa kepada para hafiz di Lampung Tengah," ucap Mustafa.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Lampung Tengah Rosidi menerangkan, launching gerakan Lamteng mengaji dan Gertaklah Berseri diikuti sekitar 1.900 tenaga pendidik dan kependidikan di Lampung Tengah, mulai dari PAUD hingga SMP.

Nantinya masing-masing perwakilan sekolah diharapkan bisa meneruskan dan mengimplementasikan di setiap sekolah. Gerakan Lampung Tengah mengaji digulirkan untuk mencetak generasi qurani di kalangan pelajar.

Di tengah degradasi moral yang terjadi saat ini, pihaknya menyadari pentingnya penanaman nilai-nilai agama dan pendidikan berkarakter di usia dini. “Karenanya gerakan mengaji dan mencetak hafiz kami gulirkan, ini sesuai dengan arahan pak bupati untuk mencetak generasi berkualitas dan agamis,” ujar Rosidi.

Ketua Dewan Pendidikan, Sapto Rudiyanto menambahkan, sementara program Gertaklah Berseri bertujuan untuk menciptakan rasa nyaman di lingkungan sekolah. “Dengan lingkungan yang bersih, asri, dan representatif, saya percaya akan menciptakan kegiatan belajar yang nyaman dan kondusif.

“Ini harus kita terapkan di sekolah-sekolah. Kita ciptakan iklim kenyamanan, sehingga proses belajar mengajar nyaman. Kita juga targetkan Lampung Tengah bisa melahirkan hafiz-hafiz berkualitas, sehingga generasi kita menjadi generasi yang agamis,” tandasnya.*

 

Komentar via Facebook