Jarak Aman Berada di Dekat Perokok, Seberapa Jauh?

Nyokabar | Sabtu, 10 Februari 2018 | Dibaca: 163 | Kesehatan

Nyokabar.com - Paparan asap rokok membuat perokok pasif menghadapi risiko penyakit yang serupa dengan perokok aktif. Seberapa jauh sebenarnya jarak aman yang bisa melindungi perokok pasif dari paparan asap rokok perokok aktif?

"Nggak ada jarak amannya. Selama asapnya sampai ke kita, nggak akan aman," tegas Kepala Subdirektorat Penyakit Kanker dan Kelainan Darah Direktorat P2PTM Kementerian Kesehatan RI dr Niken Wastu Palupi MKM saat ditemui dalam sosialisasi laman lvngwithindonesia.com untuk pasien kanker paru bersama AstraZeneca di Jakarta, Selasa (6/2).

Niken mengatakan non perokok sebaiknya menjaga jarak sejauh mungkin dari orang yang merokok. Jika berada di dalam satu ruangan atau satu kendaraan umum dengan perokok pasif, maka lebih baik non perokok keluar dari ruangan atau turun dari kendaraan umum tersebut.

Niken juga menyoroti bahaya di balik kebiasaan merokok di dalam kendaraan umum. Niken mengatakan bekas asap rokok bisa menempel di bangku angkutan umum hingga berbulan-bulan lamanya. Menggunakan masker wajah biasa di dekat perokok juga tak bisa benar-benar melindungi non perokok dari paparan asap rokok di dekat mereka.

"Masker pun nggak aman. Masih bisa masuk dari sini (celah masker)," tambah Niken.

Dampak dari paparan asap rokok tak boleh disepelekan. Salah satu risiko yang mungkin terjadi akibat paparan asap rokok yang terus-menerus adalah risiko kanker paru, baik pada perokok pasif maupun aktif.

Niken mengatakan paparan asap rokok yang terus menerus dapat membuat saluran napas menjadi iritasi. Iristasi pada saluran napas ini dapat merangsang sel-sel yang semula normal menjadi sel kanker.

Mengingat anak-anak sangat rentan, Niken menegaskan orang tua tidak boleh merokok di dekat anak mereka. Niken juga mengimbau agar orang tua perokok tidak merokok di dalam rumah sehingga racun-racun dari asap rokok tidak menempel di dalam rumah. Selain itu, orang tua perokok juga harus memastikan bahwa diri mereka bersih dari sisa asap rokok yang menempel di baju maupun tubuh sebelum mendekati anak kecil, terutama bayi.

"(Baju yang digunakan saat merokok) sudah dicuci saja kadang belum hilang (racun asap rokok yang menempel)," ungkap Niken.*

Komentar via Facebook