Polres Lampung Utara Selidiki Proyek Jalan Mangkrak

User 7 | Kamis, 08 Februari 2018 | Dibaca: 362 | Lampung Utara

Nyokabar Lampung Utara – Kepolisian Resor (Polres) Lampung Utara (Lampura) bakal mendalami dan meninjau pekerjaan proyek jalan mangkrak yang terletak di Gang Nim‎bang Raja I dan II, Kelurahan Kotaalam, Kabupaten setempat.

Kasat Reskrim Polres Lampung Utara, AKP Syahrial mewakili Kapolres Lampung Utara AKBP Eka Mulyana, mengatakan bahwa pihaknya akan mendatangi dimana lokasi proyek jalan tersebut.

" Hari ini (Kamis.red) kami menuju lokasi proyek itu,” kata Syahrial, Kamis (8/2/2018).

Syahrial mengaku, kedatangannya ke lokasi ini untuk mengetahui ‎siapa pemilik proyek jalan mangkrak di lokasi tersebut. Sebelumnya, proyek jalan ini menjadi sorotan warga dan menghiasi pemberitaan sejumlah media massa. 

"‎Kami akan juga akan menghubungi pejabat Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang," kata dia.

Sebelumnya Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Lampung Utara (Lampura), Syahbudin akan memberikan sanksi tegas kepada perusahaan pemenang proyek jalan di RT 12/LK V, Kelurahan Kota Alam Kecamatan Kotabumi Selatan yang sampai saat ini belum juga diselesaikan.

Syahbudin menuturkan, bahwa pihaknya menilai kualitas pekerjaan yang dilakukan telah melanggar kontrak kerja. Bahkan lanjutnya, pihaknya akan melakukan evaluasi untuk menentukan sanksi apa yang akan diberikan kepada perusahaan pemenang yang mengerjakan jalan tersebut.

“ Sanksinya dapat berupa pemasukan nama perusahaan ke dalam daftar hitam (Black List)," kata Syahbudin, Rabu (7/1/2018).

Diberikannya sanksi ini, merupakan tindak lanjut langkah yang sebelumnya yang telah dilakukan oleh Dinas PUPR terkait kualitas pekerjaan jalan di lokasi tersebut. Beberapa waktu sebelumnya, pihaknya telah terlebih dulu memutus kontrak kerja sama dengan pihak rekanan karena pekerjaannya tak selesai sesuai kontrak.

"Kontrak kerja sama sudah kami putuskan karena pekerjaannya baru sekitar 50 persen. Kemarin kami sudah tinjau ke lokasi," ujarnya.

Syahbudin menguraikan, pekerjaan proyek di dua jalan itu sejatinya masih dalam satu paket pekerjaan. Nilai proyeknya mencapai sekitar Rp250 juta. Pekerjaannya meliputi perbaikan jalan dan pembuatan saluran drainase. 

Terkait material proyek yang selama ini menutup akses jalan, Syahbudin menuturkan, pihaknya akan menyingkirkan material tersebut supaya tak mengganggu kenyamanan pengguna jalan. Ia juga mempersilakan pihak rekanan jika memang akan mengambil kembali material mereka.

"Proyek jalan itu akan segera kami lelang ulang," kata dia.

Sebelumnya, sejumlah warga mempertanyakan kelanjutan dua proyek perbaikan jalan tahun 2017 di Gang St. Nimbang Raja I, dan ‎St. Nimbang Raja II  Kotaalam, Kotabumi Selatan Lampung Utara yang hingga kini masih belum rampung.

Menariknya, kedua proyek ‎perbaikan jalan ini juga sama sekali tidak dilengkapi papan informasi proyek yang terletak di ‎RT 12/LK V,. Alhasil, warga sama sekali tidak mengetahui informasi apapun seputar proyek itu seperti jenis pekerjaan, total anggaran, dan asal proyek, serta rekanan yang mengerjakan proyek tersebut.

Pantauan di lokasi, kondisi jalan mangkrak di kedua gang itu ‎cukup mengenaskan. Jika di gang pertama material bebatuan baru sebatas dihamparkan saja, sedangkan di gang kedua material bebatuan berikut pasirnya masih berpa tumpukan. Bahkan, gang kedua hingga sekarang terputus karena material - material proyek menutupi bagian belakang gang.

Laporan Wartawan Nyokabar.com : Diqin

Komentar via Facebook