Berkas Perkara Jumino Belum Dilimpahkan Ke Kajari Lampura

User 7 | Selasa, 06 Februari 2018 | Dibaca: 379 | Lampung Utara

Berkas Perkara Jumino Belum Dilimpahkan Ke Kajari Lampura

Ket. Foto. Ilustrasi/Net

Nyokabar Lampung Utara – Kasus dugaan pencabulan anak dibawah umur, yang dilakukan oleh Jumino oknum pejabat Dinas Pendidikan Kabupaten Lampung Utara (Lampura) beberapa waktu lalu sampai saat ini perkara tersebut belum dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Kabupaten setempat.

Kasat Reskrim Polres Lampung Utara (Lampura). Ajun Komisaris Syahrial membenarkan jika perkara tersebut saat ini pihaknya melakukan tahap P19.

" Kasus masih tahap petunjuk untuk melengkapi berkas perkara (P19) Kejaksaan Negeri,” ujar Syahrial saat dikonfirmasi diruang kerjanya, Selasa (6/2/2018).

Dikatakannya, bahwa pihak kepolisian diminta untuk melengkapi atau menambahkan keterangan saksi serta pendukung lainya yang dinilai mengetahui adanya peristiwa yang memalukan itu.

“ Setidaknya ada keterangan saksi yang melihat keberadaan mereka berdua. Permintaan itu belum bisa kami lakukan," katanya seraya menjelaskan, berdasarkan pasal 184 KUHA, syarat penahanan diantaranya dua alat bukti, saksi korban, saksi ahli, surat visum, keterangan tersangka.

Sementara itu, Kepala Seksi Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejari Lampung Utara, Husni Mubarok, saat dikonfirmasi terkait perkara tersebut dirinya membenarkan jika perkara Jumino masih tahap P19. Terkait kasus itu, lanjut Husni, Kajari meminta agar penyidik Kepolisian dapat menambahkan saksi pendukung.

"Kami minta tambahan saksi pendukung, sepreti yang mlihat nganterin, terus yang dirumah itu ada berapa orang, atau cuma berdua saja. Bukan saksi yang melihat kejadian itu," tukasnya.

Husni mengaku, bahwa pihaknya akan melihat mekanisme selanjutnya apakah nanti bisa P21 atau tidak. Bahkan dirinya mengaku, akan meneliti terlebih dahulu.

“ Selain itu kami juga akan melihat dulu saksi itu, jika memang diperlukan, maka harus dilengkapi," pungkasnya.
Sekedar mengingatkan, Jumino oknum pegawai Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbu) Lampura, resmi ditetapkan sebagai tersangka, dalam kasus dugaan pencabulan yang dilakukan pelaku terhadap Melati (5) (bukan nama sebenarnya), bocah yang masih kerabatnya sendiri, pada Jumat 17 November 2017 lalu.
Penetapan tersangka dikuatkan dengan adanya keterangan korban, yang saat itu dampingi ahli psikolog. Dan diketahui, dari pengakuan ahli jika keterangan yang dibeberkan korban merupakan keterangan yang sejujur-jujurnya, mengenai apa yang dialami dan dilakukan oleh tersangka.
Menurut pengakuan korban, dugaan cabul itu sudah sering dilakukan meski tidak ingat secara pasti akan waktunya.

Laporan Wartawan Nyokabar.com : Diqin

Komentar via Facebook