Jaga Kestabilan Harga, Pemkab Lamtim Minta Bantuan Alat Pengering Jagung

Nyokabar | Selasa, 30 Januari 2018 | Dibaca: 34 | Lampung Timur

Nyokabar Lampung Timur. Pemerintah Kabupaten Lampung Timur melalui Dinas Pertanian dan Pangan terus berupaya menjaga kestabilan harga komoditas jagung di Bumi Tuwah Bepadan yang saat ini sedang dalam masa panen raya, Senin 29 Januari 2018.

Diketahui, saat ini kisaran harga jagung di pasaran hanya mencapai Rp 3.350 per kilogram atau turun Rp 100 dari harga sebelumnya yang mencapai Rp 3.450 per kilogramnya.

Menurut Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Lampung Timur M Yusuf HR harga jagung yang turun tersebut terjadi akibat stok jagung yang berlimpah melebihi dari jumlah permintaan, sehingga menyebabkan daya tampung pabrik jagung saat ini sudah tidak tertampung lagi.

“Imbas dari itu, masyarakat saat ini banyak yang menjual produksi jagungnya kepada para agen tidak resmi yang mempunyai alat pengering (Box Dryer) atau sistem pengelolaan produksi jagung hasil panen yang lebih baik, sehingga jagung dari masyarakat dibeli dengan kecenderungan harga lebih rendah dari rata-rata,” jelas kepala dinas yang lama berkarier sebagai penyuluh pertanian tersebut.

Diketahui bahwa beberapa langkah yang sedang dan telah dilakukan pemerintah daerah dalam menangani turunnya harga jagung tersebut adalah dengan melakukan penyuluhan kepada para petani atau kelompok tani agar melakukan proses tunda jual dan tunda panen.

Selain itu, dinas menganjurkan kepada para petani agar melakukan penjemuran guna menurunkan kadar air jagung.

Selain itu pemerintah daerah saat ini telah berkoordinasi dengan provinsi agar dalam waktu tidak lama lagi dapat memperoleh bantuan terpal jemur, di samping juga berupaya meminta bantuan penyediaan alat pengering jagung  dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia melalui proposal yang dikawal secara langsung oleh Dinas Pertanian dan Pangan.

Hasil sementara, terkait upaya-upaya yang telah dilakukan, dalam kurun waktu kurang lebih satu minggu, direncanakan tim Kementerian Pertanian RI akan melakukan peninjauan langsung ke Kabupaten Lampung Timur.

Terpisah, Bupati Lampung Timur Chusnunia menyampaikan, pihaknya tetap akan berkoordinasi dengan seluruh pihak termasuk para petani. Pemkab juga memonitor dengan perusahaan penerima jagung.

“Dan untuk antisipasi penurunan jagung, hal itu dapat dilakukan penyimpanan asalkan dengan kadar air yang rendah. Oleh karenanya kita minta selama menunggu dari bantuan Box Dryer dari Kementerian Pertanian RI, para petani dapat menjemur jagungnya dengan cara tradisional seperti terpal atau lapangan jemur,” imbuh orang nomor satu di Lampung Timur

Komentar via Facebook