Diduga Menipu, Kepala Unit Pelaksana Tekhnis Balai Benih Utama Metro Dilaporkan ke Polisi

Nyokabar | Selasa, 23 Januari 2018 | Dibaca: 865 | Metro

Diduga Menipu, Kepala Unit Pelaksana Tekhnis Balai Benih Utama Metro Dilaporkan ke Polisi

Supriyadi (35) PNS, Warga Yosodadi Metro Timur Metro, saat melapor ke Polisi (LP/28-B/I/LPG/Res Metro, Senin 22 Januari 2018.)

Nyokabar Metro. Kepala Unit Pelaksana Tekhnis (UPT) Balai Benih Utama (BBU) RTO dilaporkan ke Polres Kota Metro atas dugaan tindak pidana penipuan senilai ratusan juta rupiah dalam kegiatan pengadaan benih padi tahun 2017.

Kasus dugaan penipuan yang dilakukan oleh RTO dilaporkan oleh Supriyadi (35) seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) warga Kelurahan Yosodadi Metro Timur dengan nomor Laporan Polisi : LP/28-B/I/LPG/Res Metro, Senin 22 Januari 2018.

Supriyadi, pelapor yang merupakan mantan Pegawai di Dinas Perhubungan Kota Metro ini mengaku kesal dan kecewa karena merasa telah ditipu oleh Retno hingga mengalami kerugian materiil sebesar Rp. 150.500.000,- (Seratus Lima Puluh Juta Lima Ratus Ribu Rupiah).

Dihadapan petugas kepolisian Supriyadi menceritakan kronologi kejadian yang berawal pada hari Jum’at tanggal 27 Januari 2017, dimana saat itu dirinya mengaku dihubungi oleh Retno melalui telepon dan pesan whatsapp untuk menawarkan usaha pengadaan benih padi dari Balai Benih Padi Sukamandi Subang, dengan penyertaan modal sebesar Rp. 15.000.000,- dengan keuntungan yang dijanjikan Rp. 3.000.000,-, sehingga total yang akan dikembalikan setelah 10 hari kerja sebesar Rp. 18.000.000,-.

Supriyadi yang merasa tergiur kemudian menyerahkan uang untuk penyertaan modal tersebut secara bertahap kepada Retno melalui transfer via ATM dengan nomor rekening 209201003644507 Bank BRI KCP Tanjung Agung atas nama Ir.Retno Indaryani.

” Usai saya mentransfer sejumlah uang yang diminta oleh dia kemudian dibuat kesepakatan yang dituangkan dalam surat perjanjian per tanggal 27 Januari 2017 dan ditanda tangani langsung itu dikantor UPT BBU, dan surat itu kemudian dilipat dan dimasukan kedalam amplop dengan kop Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Metro “ Jelasnya.

Kemudian, pada tanggal 30 Januari 2017, masih dengan modus yang sama, Supriyadi kembali memenuhi permintaan Retno dengan mentransferkan uang Rp.40.000.000,- dengan keuntungan 20% yang dijanjikan.

” Selanjutnya ditanggal 1 Februari 2017 itu saya diminta lagi untuk penyertaan modal Rp. 40.000.000,-, terus 14 Februari saya transfer lagi Rp. 20.000.000, 16 Februari transfer Rp 32.500.000, 22 Februari 2017 transfer Rp. 18.000.000, jadi total semua uang yang saya setorkan ke dia itu Rp. 150.500.000 ditambah total keuntungan sebesar Rp. 43.000.000 “ Ucap Supriyadi.

Kecurigaan mulai dirasakan oleh Supriyadi, setelah batas akhir dari kesepakatan yang dibuat Retno tidak memenuhi kewajibanya untuk mengembalikan uang yang telah disetorkan oleh Supriyadi sebagai modal beserta keuntungan yang dijanjikan.

“Saya sudah berusaha untuk menghubungi dia baik melalui telepon, SMS, pesan Whatsapp serta datang langsung kekantornya beberapa kali untuk menyelesaikan masalah ini secara kekeluargaan tetapi tidak ada titik temu untuk menyelesaikanya.

 "Dia juga sudah sempat membuat surat perjanjian diatas materai yang menyatakan bahwa akan mengembalikan uang yang sudah saya setorkan pada tanggal 10 April 2017, tapi sampai batas waktu dia mengingkarinya dengan alasan yang tidak jelas “ Ujarnya.

Lanjut Supriyadi, kegiatan usaha pengadaan benih padi label ungu dari Sukamandi adalah fiktif dan semata hanya modus Retno untuk menipu para korban dengan memanfaatkan jabatanya selaku Kepala UPT BBU pada Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Metro.” Kalau korban penipuan Retno ini bukan saya sendiri, tapi masih ada yang lainya, bahkan lebih besar dari saya kerugianya “ bebernya.

Kepada Polres Kota Metro Supriyadi berharap laporanya tersebut dapat segera ditindak lanjuti sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

Kepala Unit Pelaksana Tekhnis (UPT) Balai Benih Utama (BBU) RTO hingga berita ini diturunkan belum dapat dikonfirmasi.

Laporan Wartawan nyokabar.com : Rio Ellen Nofebri

Komentar via Facebook