PC PMII Lampung Utara Bersama BEM, Deklarasikan Pilkada Damai Tanpa Politik Uang

User 7 | Senin, 22 Januari 2018 | Dibaca: 136 | Lampung Utara

Nyokabar Lampung Utara – Mahasiswa merupakan sebagai garda terdepan dalam memperjuangkan dan mempertahankan demokrasi di Indonesia yang selalu ditunggu sikap kritis dan positifnya dalam permasalahan politik dan pemerintahan di Indonesia khususnya Lampung

Salah satu elemen mahasiswa, yang tergabung dalam Organisasi Pemuda Masyarat (OPM) Pengrus Cabang (PC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Lampung (PMII) Kabupaten  Lampung Utara bersama Badan Eskutif Mahasiswa (BEM) Lampung Utara, melakukan deklarasi anti politik uang sebagai sikap mahasiswa di kerawanan politik praktis menjelang Pilgub dan Pilbub Lampung Utara.

Deklarasi yang digelar pada Minggu, (21/1/2018) kemarin, dihadirin seluruh unsur Pergerakan Mahasisea Islam Indonesia PMII dan Badan Eskutif Mahasiswa Lampung Utara Lampung Utara, yang terdiri dari BEM DCC, BEM STAINU, BEM STIMIK, dan BEM IBNURUSYD

Ketua PC PMII Lampung Utara, Aris mengatakan pemilihan kepala daerah serentak tinggal beberapa bulan lagi yang mana menjelang Pemilihan Kepala Daerah, khususnya di Lampung, hembusan angin tak sedap sentimen Suku, agama, ras, dan antar golongan, kian kencang menerpa lawan-lawan politik.

Selain itu, adanya isu praktek politik uang yang mengejala sejak lama yang turut meramaikan pemilihan Kepala Daerah baik di provinsi Lampung maupun di Kabupaten Lampung Utara.

“ Terus terang , Pilgub dan Pilbub Lampung yang cukup menyedot perhatian publik Lampung nan Indonesia,” ujar Aris Ketua PC PMII Lampung Utara.

Dikatakannya, mengingat posisi Lampung Utara adalah salah satu kota tertua di provinsi Lampung yang mana Lampung Utara telah melahirkan 7 kabupaten dan sangat strategis sehingga menarik perhatian seluruh masyarakat Lampung dan Indonesia.

Maka lanjut Aris, perwakilan kelompok mahasiswa Lampung Utara menyikapinya secara serius agar Pilbub dan Pilgub Lampung ini berjalan secara damai dan jujur serta adil.

Berikut Pernyataan Sikap yang disampaikan saat melakukan deklarasi anti politik uang sebagai sikap mahasiswa di kerawanan politik praktis menjelang Pilgub dan Pilbub Lampung Utara.

1. Kami menghimbau kepada seluruh komponen masyarakat dan Mahasiswa se-Lampung Utara dan Lampung bersama-sama, bahu-membahu mengawal Pilkada ini agar pesta demokrasi 5 tahun Kedepan daerah ini berjalan dengan semestinya serta berkualitas.

2. Kami menghimbau kepada anak-anak muda, khususnya kepada para pemilih pemula, mengingat masih cukup tingginya angka pemilih pemula yang belum menetapkan pilihannya (swing voter), menggunakan hak pilihnya secara bertanggungjawab: tidak golput. Karena satu suara Anda menentukan gerak maju Lampung Utara Dan Lampung 5 tahun ke depan.

3. Menghimbau kepada kandidat Bupati dan Gubernur  untuk bersama-sama menciptakan suasana damai menjelang Pilkada, terutama dengan tidak menebar black campaign dannegative campaign dalam kampanye-kampanyenya yang menyerang kandidat lain, sehingga menimbulkan chaos dalam pesta demokrasi.

4. Menghimbau kepada seluruh pasangan calon dan juga partai-partai politik pendukungnya, untuk menciptakan pesta demokrasi yang bersih tanpa adanya praktek politik uang, karena hal itu sama sekali tidak mendidik warga Masyarakat.

5. Mengajak kepada seluruh Mahasiswa Yang Ada di perguruan tingi yang ada Di Lampung Utara Khusus Nya untuk melakukan kontrol sosial guna mengantisipasi praktek politik uang. Apabila ditemukan praktek politik uang, maka kami akan melaporkan kepada Bawaslu dan KPU Lampung  agar segera melakukan diskualifikasi terhadap kandidat calon gubernur dan wakil gubernur dan Bupati Wakil Bupati  yang melakukan pelanggaran tersebut.

6. Kami bertekad, bersama-sama dengan Komisi Pemilihan Umum Lampung Utara Lampung akan mengawal Pilkada Pilbub Dan Pilgub Pilgub Lampung Dan Lampung Utara demi terciptanya Pilkada yang damai dan bersih dari praktek-praktek busuk yang tak bermoral dengan cara terjun langsung ke TPS-TPS untuk memastikan semuanya berjalan sesuai dengan nilai-nilai demokrasi Indonesia.

7. Meminta kepada KPUD  Lampung, gubernur dan wakil gubernur Serta Bupati Dan Wakil Bupati untuk bertindak adil dan jujur selama proses pemilihan kepala daerah berlangsung.

Laporan Wartawan Nyokabar.com : Diqin

Komentar via Facebook