Orang Sebelah Saya Ustadz

Nyokabar | Kamis, 11 Januari 2018 | Dibaca: 447 | Politik

Nyokabar Lampung. Ingin tahu seperti apa saja komentar bakal calon gubernur Lampung Mustafa, beberapa saat usai resmi bergandengan bersama tokoh PKS menuju pilgub Lampung mendatang, berikut komentar-komentarnya.

"Udah lama sekali enggak nulis. Dalam kesempatan kali ini, saya tidak ingin membahas saya. Tapi ingin membahas sebelah saya. Saya lebih suka menyebutnya sebelah saya bukan pendamping karena pendamping saya adalah Nessy Kalvia, hehe. Wanita terhebat, terbaik, ibu dari anak anak saya, wanita super di dalam kehidupan saya. Kembali ke topik, kenapa saya membahas sebelah saya karena mulai sekarang dan kedepan, kami akan terus berjalan beriringan, satu visi, satu persepsi, satu impian yakni Menebar manfaat seluas-luasnya dengan memimpin Lampung," urainya.

Siapakah yang disebelah saya lanjut Mustafa, "beliau adalah ustad Ahmad Jajuli. Tak hanya pendalaman agamanya, saya mengangumi beliau karena attitude, tutur kata dan sopan santun beliau yang sangat luar biasa. Syiar agama yang kerap beliau lakukan, membuatnya dipanggil Ustad atau Ustad "Aja" (Ahmad Jajuli-Red).

Ustadz & Politik


Kemudian secara gamblang Mustafa menceritakan skelumit kisahnya terkait sudut pandang politiknya dimasa lampau. "Dulu sebelum saya terjun di dunia politik saya punya perspektif sendiri soal politik dan agama. Bagi saya keduanya adalah dunia yang bertentangan. Dulu saya sempat skeptis jika ada seorang ustad yang terjun di dunia politik. Menurut saya Ustad idealnya di pondok pesantren, pengajian atau dakwah di masjid.

Tapi setelah semakin mendalami dunia politik. Melihat secara langsung kejam dan kerasnya dunia politik, saya justru semakin menyadari bahwa dunia politik adalah ruang. ruang di mana anda bisa melakukan perubahan secara terstruktur dan luas. Ruang di mana anda bisa menebar manfaat seluas luasnya atau sebaliknya menanam keburukan seluas luasnya tergantung perspektif anda.
Bicara soal ustad dan politik, dulu Saya mengkotak-kotakan, seolah olah ustad itu golongan putih, sementara politik merupakan dunia hitam. Ketika ustad terjun di dunia politik, maka semuanya menjadi abu-abu," ungkapnya seakan berkelakar.

Namun point tersebutlah yang dipertegas Mustafa. "Semakin dalam, saya berkeyakinan politik membutuhkan seorang alim atau ustadz menjadi bagian dari simpul kepemimpinan, orang baik, berilmu atau apapun yang spirit-nya adalah takut kepada Tuhan. Karena takut kepada Tuhan akan meminimalisir perbuatan buruk dan merugikan rakyat. Karena di situ ada ruang pertanggung jawaban kepada Yang Maha Kuasa.
Pointnya adalah, Politik dengan segala kekejaman di dalamnya, akan membawa kehancuran jika dipegang orang-orang jahat, culas, serakah, bodoh, tidak paham agama dan memprioritaskan hawa nafsu ketimbang Tuhan, Allahuakbar.(*)

Komentar via Facebook