UIN Raden Intan Lampung Buka Dua Fakultas Baru

Nyokabar | Rabu, 10 Januari 2018 | Dibaca: 351 | Pendidikan

Nyokabar.com, Bandar Lampung - Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung akan membuka dua fakultas baru di tahun 2018. Fakultas tersebut adalah Fakultas Adab dan Ilmu Budaya serta Fakultas Sains dan Teknologi.

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Panitia Pengembangan Fakultas Baru di Lingkungan UIN Raden Intan Dr Deden Makbuloh MAg, Selasa (9/1), usai rapat dengan panitia tim pengembangan fakultas baru di gedung rektorat.

“Tahun ajaran baru (2018/2019) ini kita akan buka dua fakultas baru dengan empat prodi. Masing-masing fakultas dua prodi,” ujar Deden.

Fakultas Adab dan Ilmu Budaya (FAIB) akan dibuka prodi Sejarah Peradaban Islam (SPI) dan prodi Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam (IPII).

Baca Juga:  Warga Bujung Dewa: Terimakasih Pak Gubernur Ridho

Sedangkan Fakultas Sains dan Teknologi (FST) akan dibuka prodi Teknik Informatika (TI) dan Teknik Lingkungan (TL).

Kepala Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UIN Raden Intan ini mengaku sedang menyiapkan proposal dan persyaratan lainnya untuk segera diajukan ke Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) dan Kementerian Agama (Kemenag)

Menurutnya, dibukanya fakultas baru sudah tertuang dalam Peraturan Menteri Agama (PMA)  RI Nomor 22 Tahun 2017 tentang Organisasi dan Tata Kerja Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung.

Baca Juga:  Mahasiswi UBL Wakili Lampung di Summit Internasional

Wakil Rektor (WR) I Bidang Akademik dan Pengembangan Lembaga Dr. Syamsuri Ali, M.Ag menegaskan hal serupa. “Sesuai dengan visi UIN saat transformasi yakni akan mengembangkan Islamic Environmental Science sebagai distingsi dalam pengembangan lembaga,” jelasnya.

Syamsuri juga mengatakan bahwa pembagian prodi di UIN memiliki perbandingan 60:40.

“Sesuai kesepakatan dengan kemenristedikti jatah untuk prodi kita (UIN) yaitu 60 persen yang bersifat keilmuan agama dan 40 persen keilmuan yang bersifat umum,” ujarnya.

Meski demikian, WR I ini juga menegaskan bahwa semua prodi tersebut akan terintegrasi.

“Pembagian prodi ini bukan artinya ada dikotomi atau terpisah. Semuanya tetap akan terintegrasi dengan keilmuan agama (Islam),” tambahnya.

Kepala Biro Admistrasi Akademik, Kemahsiswaan dan Kerjasama (AAKK) Drs Jumari Iswadi MM juga menyatakan sedang mempersiapkan sarana prasarana dan SDM untuk fakultas baru.

“Kita sedang mempersiapkan semua, baik sarana, prasarana, SDM, maupun perijinan. Insya Allah dua fakultas ini, tahun akademik 2018/2019 sudah dibuka,” pungkasnya.*

Komentar via Facebook