2017, Investasi di Lampung Tengah Naik Rp3 Triliun (Advertorial)

Nyokabar | Rabu, 10 Januari 2018 | Dibaca: 173 | Lampung Tengah

Nyokabar Lampung Tengah.  Pelan tapi pasti, tak hanya geliat pembangunan yang terus berkembang, tetapi juga iklim investasi di Kabupaten Lampung Tengah. Dibandingkan tahun 2016, investasi di Lampung Tengah naik sekitar 20 persen.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Lamteng Drs. A. Helmi menerangkan, tahun 2016 investasi Lamteng hanya Rp. 7.248 triliun lebih yang diperoleh dari PMA sebesar Rp 2.442 triliun lebih dan PMDN sebesar Rp 4.820 triliun lebih.

Sementara di tahun 2017, nilai investasi ini naik di 2017 mencapai Rp 10.084 triliun lebih, dengan kalkulasi PMA sebesar Rp 3.114 triliun lebih dan PMDN sebesar Rp 6.049 miliar lebih.

Bukan hanya nilai investasi yang meningkat, bahkan kini mulai banyak perusahaan yang melirik Lamteng sebagai tempat yang memiliki potensi untuk usaha. Sehingga tak heran jika para pengusaha penanam modal, menginvestasikan modalnya ke kabupaten berjuluk Bumi Beguai Jejamo Wawai ini.

"Jika dibandingkan dengan tahun lalu jumlah perusahan meningkat. Sesuai data DPMPTSP jumlah perusahan di 2016 hanya 54 perusahan, sedangkan di 2017 mengalami kenaikan sebanyak 64 perusahaan. Artinya sudah ada 10 perusahan dalam kurun waktu satu tahun yang menginvestasikan modalnya ke Lamteng," terangnya.

Kalkulasi jumlah perusahan di dominasi oleh Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN), dibanding Penanaman Modal Asing (PMA). Di 2016 PMDN hanya 37 perusahan yang menanamkan modalnya di Lamteng. Dalam kurun waktu satu tahun di 2017 mulai terlihat naik menjadi 47 perusahaan. Sedangkan untuk PMA di 2016 hanya 17 perusahan meningkat menjadi 28 perusahaan.

“Tak hanya itu, kami juga melakukan pendataan kembali dengan jalan mendatangi perusahaan-perusahaan. Ternyata ada beberapa izinperusahaan yang sudah habis masa berlakunya. Disini kami langsung mendorong perusahaan untuk memperpanjang izin mereka,“ beber Helmi.

Sementara itu Bupati Lampung Tengah DR. Ir. Mustafa mengatakan, berbagai upaya dilakukan Pemkab Lampung Tengah dalam rangka meningkatkan roda ekonomi dan iklim investasi. Mulai dari keamanan, program kampung ekonomi creative (KEce), hingga pemberian izin gratis.

Sampai saat ini, pelayanan izin usaha gratis jemput bola di 28 Kecamatan se-Lamteng sudah terealisasi 22 kecamatan dan menerbitkan 4438 sertifikat usaha. Jumlah ini akan terus ditingkatkan di tahun 2018.

“Lampung Tengah kini kian ramah dan aman, investor tidak perlu takut lagi untuk berinvestasi. Tak hanya itu, surat izin usaha untuk perusahaan juga kita gratiskan. Tahun ini target invetasi harus terus naik, dan ini akan terus kita upayakan,” tandasnya.(Advertorial)

Komentar via Facebook